Kamis, 17 Juli 2014

I, Frankenstein (2014)

I, Frankenstein dimulai dengan sebuah narasi yang akan mengingatkan penontonnya mengenai bagaimana plot orisinal dari kisah Frankenstein yang ditulis oleh Shelley. Dr. Victor Frankenstein (Aden Young) berusaha untuk membentuk sebuah manusia baru dengan menyatukan potongan-potongan tubuh manusia yang telah meninggal dunia. BERHASIL! Dengan beberapa formula ilmiah yang diterapkannya, Dr. Victor Frankenstein berhasil menciptakan sesosok manusia baru (Aaron Eckhart). Sayangnya, melihat sosok manusia baru yang ia ciptakan terlihat begitu buruk dan lebih layak untuk disebut sebagai monster, Dr. Victor Frankeinstein lantas meninggalkannya begitu saja. Dendam, sang monster lantas membunuh istri Dr. Victor Frankenstein, Elizabeth (Virginie Le Brun). Dr. Victor Frankenstein tidak tinggal diam. Ia kemudian berusaha membunuh makhluk yang telah diciptakannya. Niat tersebut gagal ketika malaikat kematian justru datang menjemputnya terlebih dahulu.

Dan barulah kisah I, Frankenstein benar-benar dimulai. Setelah mendapatkan penyerangan dari beberapa kaum setan, sang monster diselamatkan oleh dua orang punggawa kaum gargoyle yang kemudian membawanya ke hadapan ratu mereka, Lenore (Miranda Otto). Oleh Lenore, sang monster kemudian diberi nama Adam. Lenore juga menjelaskan mengenai asal-usul pertempuran yang telah berlangsung ratusan tahun antara kaum setan dengan kaum gargoyle – dimana gargoyle berusaha untuk melindungi manusia yang ada di muka Bumi dari gangguan para setan. Lenore kemudian meminta Adam untuk bergabung bersama dengan pasukannya – sebuah permintaan yang sayangnya kemudian ditolak mentah-mentah oleh monster tersebut. Ratusan tahun berlalu, Adam masih mempertahankan kesendiriannya tersebut. Namun, ketika mengetahui bahwa Pangeran Setan, Naberius (Bill Nighy), sedang menyusun rencana untuk mengambil alih Bumi dari tangan manusia, Adam akhirnya mengunjungi Lenore dan memberikan bantuannya pada gargoyle.

Masih ingat dengan novel Frankenstein yang ditulis oleh Mary Shelley? Novel yang pertama kali dirilis pada tahun 1818 tersebut telah menjadi sumber inspirasi yang kuat bagi banyak pembuat film dunia. Beberapa diantaranya mengadaptasi Frankenstein sesuai dengan kisah yang dituliskan oleh Shelley sementara yang lain berusaha membawa karakter utama dalam jalan cerita tersebut untuk hidup dalam lingkup penceritaan yang baru, seperti I, Frankenstein. Diadaptasi dari novel grafis berjudul sama karya Kevin Grevioux (Underworld, 2003), I, Frankenstein menempatkan sang monster buatan Victor Frankenstein sebagai seorang karakter yang terjebak dalam perang antara dua kelompok yang berpotensi untuk memusnahkan manusia dari muka Bumi. Terdengar menarik ?
Jika Anda mengharapkan sebuah film ringan yang begitu bergantung dengan kualitas tata visual efeknya maka film ini mungkin akan mampu memuaskan Anda. Mengharapkan yang lebih dari itu? baiklah, Anda mungkin tidak akan mendapatkan apa-apa...

Permasalahan terbesar yang hadir pada I, Frankenstein jelas terletak pada naskah cerita dan pengarahan yang sama-sama diemban oleh Stuart Beattie (G.I. Joe: The Rise of Cobra, 2009). Beattie sama sekali tidak mampu merancang atmosfer penceritaan maupun karakter yang kuat untuk membuat film ini benar-benar hidup. Layaknya sang karakter utama dalam film ini, I, Frankenstein hadir seperti paduan dari berbagai plot penceritaan bertema sama yang kemudian dirajut oleh Beattie dan, sayangnya, menghasilkan sebuah padanan yang benar-benar terlihat buruk --datar dan tanpa adanya jiwa yang mampu memberikan warna pada film ini--. Deretan dialog yang dibentuk juga sama buruknya. Pada beberapa bagian, dialog-dialog tersebut bahkan membuat interaksi yang terjalin antar karakter terasa begitu hampa. Secara sederhana, I, Frankenstein hadir dengan naskah cerita yang berkualitas begitu hampa.

Jika ada kualitas yang masih dapat diharapkan dari I, Frankenstein, maka hal tersebut mungkin datang dari kualitas tata produksi dan penampilan akting para jajaran pemerannya --meskipun hadir dalam kualitas yang masih jauh dari kesan istimewa--. Berbicara mengenai tata produksi, I, Frankenstein bahkan dapat digolongkan sebagai sebuah film yang benar-benar mengandalkan tata produksinya untuk menggerakkan penceritaan film ini. Atmosfer kekelaman yang dibawakan oleh jalan cerita benar-benar sanggup dihadirkan dengan baik oleh kualitas tata produksi film. Departemen akting yang berisi penampilan dari nama-nama seperti Aaron Eckhart, Bill Nighy, Miranda Otto, Jai Courtney dan Yvonne Strahovski juga memberikan usaha terbaik mereka untuk menghidupkan setiap karakter yang mereka perankan --meskipun masing-masing pemeran hadir dengan chemistry yang minim satu sama lain dan karakter-karakter yang terlalu datar untuk mampu dihidupkan bahkan oleh para aktor dan aktris dengan kemampuan akting paling watak sekalipun--.

MEMBOSANKAN. Kata sifat tersebut merupakan satu kata yang paling tepat dalam menggambarkan kualitas presentasi I, Frankenstein secara keseluruhan. Tanpa adanya dukungan pengembangan kisah dan karakter yang benar-benar baik, I, Frankenstein berjalan murni dengan hanya mengandalkan kemampuan tim produksinya untuk menghadirkan tata visual efek dan desain produksi yang masih cukup layak untuk diberikan kredit lebih. Stuart Beattie juga layak diberikan kredit karena, setidaknya, ia menghadirkan filmnya dengan ritme penceritaan cepat yang memang sesuai dengan jalan cerita yang ingin ia hadirkan. Namun tetap saja, beberapa keunggulan tersebut tidak mampu menghidupkan jalan cerita I, Frankenstein yang telah jatuh mati jauh sebelum film ini sempat menggulirkan inti penceritaannya.

LINK FREE DOWNLOAD FILM I, FRANKENSTEIN ADA DISINI

Senin, 14 Juli 2014

Journey to the West: Conquering the Demons (2013)

Film ini dibuka dengan seorang pria bersahaja disebuah perkampungan nelayan . Dia bercanda dengan putrinya yang masih kecil dan lucu. Sang putri kecil dan warga nelayan sekitar tidak sadar dengan bahaya yang mengancam sang ayah . Sang putri kecil malah takjub dan terpukau dengan maneuver ayahnya yang berakrobat diatas permukaan air.

Ketika warga sekitar menyadari bahaya yang sesungguhnya, seorang pendeta berilmu cetek berhasil menenangkan warga untuk sesaat dengan mengkambinghitamkan seekor ikan pari raksasa. Xuanzang (Wen Zhang) yang berada ditempat kejadian, mengingatkan bahwa ikan pari itu tidak bersalah dan siluman yang sesungguhnya berbahaya bagi desa itu masih berkeliaran di sungai. Penampilan Xuanzang yang tidak meyakinkan membuat peringatannya diabaikan , dan malah Xuanzang dibully dan digantung diatas sungai dengan tangan terikat.

Bahwa kesimpulan Xuanzang benar adanya terbukti ketika Siluman Ikan datang mengobrak-ngabrik desa nelayan dan sempat melahap beberapa warga. Xuanzang tampil heroik dengan menyelamatkan seorang bayi. Siluman Ikan itu tertangkap dengan bantuan seorang wanita gemuk dengan memanfaatkan pengungkit kayu. Sebelum Xuanzang mengatasi Siluman Ikan dengan caranya yang unik , Duan (Shu Qi) seorang pemburu siluman yang mencuri momen keberhasilan Xuanzang dengan cara mengatasi siluman yang lain . Duan bahkan menertawakan cara Xuanzang yang konyol.

Xuanzang mengadu ke gurunya yang juga tidak kalah konyol bahwa dirinya gagal dalam menjalankan tugas. Gurunya meyakinkan Xuanzang bahwa dirinya punya kemampuan. Setelah itu Xuanzang dan Duan sering bertemu satu sama lain dan juga bertemu dengan siluman-siluman berbahaya. Duan jatuh cinta kepada Xuanzang.

Xuanzang menganggap cinta antara pria dan wanita adalah cinta kecil padahal dia sedang mencari cinta yang besar. Duan menghalalkan segala cara dari halus sampai kasar untuk mendapatkan cinta Xuanzang. Duan dengan senjata khasnya berupa gelang yang tidak terbatas , terus membuntuti Xuanzang – yang bertemu dengan kesulitan besar dengan Siluman Babi (Chen Bingqiang) dan Raja Kera (Huang Bo) yang sangat kuat. Pertemuan-pertemuan luar biasa ini dimeriahkan juga oleh kehadiran pemburu-pemburu siluman dengan kekuatan menakjubkan. Duan di bantu rekannya yang seksi (Chrissie Chau) berusaha membangkitkan nafsu seks Xuanzang. Apakah Duan berhasil atau menjadi tragedi cinta ?

Sebagai salah satu karya klasik Tiongkok , “Perjalanan Ke Barat” , menjadi salah satu kisah yang mendunia dan dikenal masyarakat luas. Sebagai sumber inspirasi kisah ini juga tidak ada habisnya melahirkan kreasi-kreasi baru dari manga dan anime “Dragon Ball” di Jepang sampai dengan karya Stephen Chow terbaru , “Journey To The West: Conquering the Demons”.

Kisah Perjalanan Ke Barat sendiri ditulis oleh Wu Cheng’en (1501-1582) mengenai kisah Tang Xuanzang , seorang rahib yang melakukan perjalanan ke India untuk membawa kembali naskah-naskah Buddhist dimasa Dinasti Tang (618-907M). Dalam kisah tersebut , Xuanzang ditemani oleh si Raja Monyet atau Sun Wu Kong (Sun Go Kong) , Zhu Bajie si Siluman Babi dan Siluman Air Sha Wujing.

Journey to the West, arahan Stephen Chow membawa gaya yang sama sekali lain dari kisah-kisah serupa sebelumnya. Dia membawa unsur komedi yang sedemikian kental dan cenderung slapstick seperti dua karya besarnya terdahulu, Kungfu Hustle dan Shaolin Soccer.

Salah satu ciri utama Stephen Chow masih terlihat dengan humor-humor yang cenderung kelam. Siluman Babi ditampilkan dalam wujud pemain opera yang tampan tetapi tetap berciri muka seekor babi. Siluman Ikan ditaklukkan oleh lompatan seorang wanita gemuk. Xuanzang menyanyikan “lagu nina bobok” untuk menaklukan Siluman Ikan. Duan memperlakukan siluman-siluman seperti karung sangsak tinju.

Aktor Huang Bo yang sedang berada dimasa kejayaannya, tidak diragukan lagi kemampuannya dalam memerankan Sun Wu Kong. Dalam versi Huang Bo ini, Sun Wu Kong berada digaris tipis antara kelicikan dan kejenakaan. Dia bisa terlihat lugu tapi bisa terlihat beringas yang sanggup menghabisi nyawa siapapun dengan mudah tetapi juga bisa mengajarkan tarian seksi kepada Duan. Sun Wu Kong ditahan oleh Buddha selama lima ratus tahun dan kini mengerahkan segala daya upaya untuk membebaskan diri.

Komedi-komedi seperti diatas biasanya kering tanpa memancing orang berpikir atau mengerahkan kecerdasannya sebelum tertawa. Tetapi ditangan Stephen Chow komedi seperti itu tetap menjadi karya yang fenomenal seperti dua karya besarnya, Shaolin Soccer dan Kungfu Hustle. Bedanya kali ini Stephen Chow tidak “tergoda” untuk ikut menjadi aktor dalam film yang disutradarainya.

Walaupun sudah sering sekali film bertema “Perjalanan Ke Barat” , film ini masih menarik untuk disaksikan sebagai hiburan semata yang cukup memancing tawa.

 Link Free Download film Journey to the West: Conquering the Demons, ada DISINI


10 Film Hollywood Paling Rugi Sepanjang 2013


Movie Mania, Indistri perfilman Hollywood memang sudah sangat maju. Setiap tahunnya diproduksi ratusan judul film baik dari studio besar maupun dari indie yang lalu diedarkan ke seluruh dunia. Diantara film-film yang diedarkan tersebut ada film yang sukses meraih penghasilan global tertinggi. Namun di sisi yang berseberangan ada pula film-film gagal dengan kerugian luar biasa.

Padahal, film tersebut sudah dibintangi aktor-aktris besar yang sudah memiliki pamor. Sayangnya, selera penonton yang tak mudah ditebak membuat film-film ini gagal secara dramatis.

Movie Mania, penasaran apa saja film rilisan Hollywood paling rugi tahun 2013 kemarin ? Simak bocoran berdasar data yang dikumpulkan Forbes berikut ini!

1. The Big Wedding

Komedi dewasa satu ini dibintangi oleh aktor aktris lintas generasi ternama. Harusnya, pamor bintang bintang-bintang besar itu mampu menjual filmnya. Namun sayang, film buruk tetap menjadi film buruk begitu pula dengan perolehan global Rp 268 miliar. Tak mampu menutup budget yang sudah dikeluarkan sebesar Rp 427 miliar.

2. R.I.P.D

R.I.P.D (Rest In Peace Department) dibuat dengan dana cukup besar yakni Rp 1,5 triliun. Sayang dalam peredaran di dunia, hanya mampu mengoleksi Rp 951 miliar. Ke mana Universal Pictures akan mencari dana untuk mengganti kerugian

3. Peeples

Komedi Peeples yang ditulis naskahnya dan disutradarai oleh Tina Gordon Chism tak hanya rugi secara finansial, namun filmnya memang tidak terlalu baik. Dengan budget Rp 183 miliar, filmnya mendapatkan Rp 109 miliar.

4. Getaway

Film-film Selena Gomez memang jarang ada yang sukses. Termasuk Getaway ini yang mempertemukannya dengan Ethan Hawke. Mengandalkan budget Rp 194 miliar, film hanya berhasil memperoleh Rp 128 miliar.

5. Battle Of The Year

Dengan budget Rp 244 miliar, film yang turut diramaikan oleh Chris Brown ini rupanya kurang menarik minat penonton untuk berbondong-bondong ke bioskop. Terbukti, pendapatan global yang berhasil diraih hanya Rp 134 miliar.

6. Broken City

Dibintangi aktor aktris yang sudah memiliki nama rupanya tak membantu penjualan film Broken City arahan Allan Hughes. Buktinya, dengan budget Rp 427 miliar yang disiapkan, drama kriminal satu ini hanya berhasil mendapatkan pendapatan sebanyak Rp 231 miliar.

7. Parker

Duet Jason Statham dengan Jennifer Lopez rupanya tidak bekerja dalam film Parker. Terbukti, film aksi rilisan Januari 2013 itu hanya mengantongi pendapatan global sebanyak Rp 207 miliar. Padahal, biaya yang dikeluarkan mencapai Rp 427 miliar!

8. Paranoia

Paranoia yang memasang dua aktor beda generasi dibuat dengan biaya Rp 427 miliar. Namun rupanya pesona Liam Hemsworth dan Gary Oldman berduet dalam film ini masih kurang. Terbukti, peredaran global hanya mampu meraih Rp 164 miliar.

9. Bullet To The Head

Bullet to the Head merupakan film Sylvester Stallone yang disutradarai oleh Walter Hill. Aksi kriminal yang rilis pada awal 2013 ini diproduksi dengan budget Rp 305 miliar. Namun sayang, alih-alih sukses, hanya mengantongi Rp 109 miliar dari peredarannya secara global.

10. The Fifth Estate

The Fifth Estate merupakan biopik dari pendiri Wikileaks, Julian Assange. Disutradarai oleh Bill Condon, thriller yang memasang nama Benedict Cumberbatch sebagai bintang utama ini terjun bebas di pasaran.

Budget yang dipersiapkan untuk penggarapannya Rp 341 miliar, namun pendapatan yang dihasilkan secara global hanya Rp 73 miliar. Kembali 21% dari dana yang sudah dikucurkan.

Jumat, 11 Juli 2014

Transformers: Age of Extinction ~Pertarungan Antar Robot Yang Berlanjut~


Empat tahun setelah perang besar di film Dark of the Moon, pemerintah Amerika Serikat tidak lagi mempercayai para Transformer. Mereka memberi upah perburuan besar-besaran untuk memusnahkan mereka termasuk para Autobot. Seorang mekanik dan putrinya membuat penemuan yang mengarah kepada para Autobot, Decepticon, sehingga seorang pejabat pemerintah menjadi paranoid kepada mereka.

Ketika manusia menemukan teknologi Transformers purbakala, mereka menciptakan para Transformer miliknya sendiri, tetapi para Transformer yang baru dikembangkan segera menyadari dan akhirnya mengembangkan kesadaran dirinya, mereka mulai untuk memusnahkan umat manusia dan juga sisa-sisa para Autobot yang dibutuhkan untuk melindungi dunia dari kehancuran.

Movie Mania, seperti yang kita semua ketahui, Transformers: Age of Extinction adalah film fiksi ilmiah Amerika Serikat tahun 2014 yang berdasarkan produk waralaba Transformers dari perusahaan mainan Hasbro. Film ini merupakan penggarapan ke-4 dari film Transformers, dan sekuel dari Transformers: Dark of the Moon. Film yang mengambil masa empat tahun setelah invasi di Chicago. Seperti pendahulunya, film ini kembali disutradarai oleh Michael Bay dan Steven Spielberg sebagai produser eksekutif-nya. Ini adalah film yang untuk pertama kalinya tidak mengikutsertakan Shia LaBeouf dan juga yang pertama kali keseluruhannya diperankan oleh pemeran baru. Transformers yang kembali hadir diantaranya Optimus Prime dan Bumblebee, dan film ini menjadi live-action Transformers pertama yang film-nya menyertakan Dinobots. Film ini akan dirilis lebih awal satu hari di Indonesia pada 26 Juni 2014 lalu selang beberapa hari kemudian di Amerika pada tanggal 27 Juni 2014 dalam format 3D.

Menurut saya film Transformers 4 : Age Of Extinction ini lebih bagus dari pendahulunya Dark Of The Moon, karena ceritanya jelas dan fresh (lagipula dengan pemeran baru), desain Autobots terlalu modis seperti Prime, Hound, Drift, Crosshairs. Jika melihat dari pertarungan robotnya ini jelas lebih menegangkan, sengit atau malah mungkin terlalu panjang? entahlah, bagaimana menurut kalian ?.  

Michael Bay saya akui membuat film ini jadi segar dan kompleks. Bayangkan saja sebuah film aksi robot dengan durasi hampir 3 jam, membuat saya melongo dengan banyak scene keren. Salah satu yang membuat saya menahan nafas dan terkesima ketika Bumblebee dan Prime meloncat menghindari jembatan dengan sambil menangkap Cade, Tessa, Shane yang melayang. Saya menyarankan untuk kalian menonton Transformers 4 : Age Of Extinction dalam versi 3D karena itulah yang menambah nilai plus dan merasakan situasinya.

Satu hal lain yang membuat film ini saya sukai selain animasi CGI-nya yang spektakuler adalah sisi humanis dari film ini, yaitu Disaat pelarian Cade dan Tessa ditolong oleh Shane (Jack Reynor) yang mana adalah kekasih Tessa. Saya suka ketegangan yang terjadi antara Cade dan Shane saat tahu putrinya ternyata pacaran sama orang. Uniknya ketegangan Cade-Shane ini dikemas dengan lucu sepanjang film.

Link Free Download film Transformers: Age of Extinction ada DISINI

5 Aktor Hollywood Yang Gagal Jadi Musisi

Movie Mania, percayalah, tidak semua aktor Hollywood itu seperti para personel Jonas Brothers atau bintang Disney lainnya. Beberapa aktor memang sepertinya tidak berjodoh dengan dunia tarik suara.

Tenar, wajah rupawan, dan membintangi deretan film Box Office belum tentu bisa menjadikan seseorang layak jadi penyanyi. Buktinya, aktor-aktor ini pernah gagal saat merilis sebuah album.

Album mereka bukan hanya tidak laku, namun juga dapat banyak cibiran. Selain kualitas vocal yang seadanya, mereka juga dinilai hanya memanfaatkan popularitas saja.

Ada 5 aktor yang pernah mencicipi dapur rekaman namun kurang dapat respon positif, Apakah mereka gagal? Mari kita simak di sini...

5. Shaquille O'neal
Shaquille O'neal merupakan pebasket paling populer setelah Michael Jordan. Sama seperti Jordan, Shaq juga pernah jadi aktor di beberapa film. Steel dan Kazaam adalah dua film yang pernah dibintangi pria super besar ini.

Tak hanya menggeluti dunia akting, nyatanya pada tahun 1993, Shaq sudah aktif di dunia rap. Sedikitnya ia merilis 5 album studio dan 1 album kompilasi.

Debut album Shaq berjudul SHAQ DIESEL. Album ini terjual sampai 1 juta kopi dan mendapatkan platinum. Namun, sayangnya kualitas Shaq sebagai musisi dikritik oleh beberapa media. All Music menyebut Shaq terlalu sering membuat rima yang banal atau kurang bermutu. Dan albumnya dianggap kurang menarik.

Meski dapat kritikan pedas, tapi Shaq cukup populer sebagai rapper. Ia bahkan pernah berduet dengan Michael Jackson di lagu 2 Bad. Single tersebut masuk di album Jackson berjudul HISTORY.

4. David Hasselhoff
David Hasselhoff menata karirnya dengan sangat baik. Yakni membintangi serial TV. Knight Rider dan Baywatch adalah dua judul serial TV yang telah melambungkan nama David sebagai aktor.

Pada tahun 80-an, David sempat jadi seorang penyanyi. Di tengah karirnya yang naik turun di Amerika Serikat dan Inggris, David justru mendapatkan respon positif dari publik Jerman. Bukan apa-apa, juri Britain Got Talent ini memang memiliki darah Jerman.

Meski begitu, karir musik David kurang mencolok di Amerika dan Inggris. Padahal di Jerman, Austria, dan Swiss, ia memiliki banyak single yang jadi hits.

3. Eddie Murphy
Sebagai aktor komedi, Eddie Murphy, memiliki segalanya. Ia sukses jadi aktor paling berjaya berkat film-filmnya yang selalu menghibur.

Tapi percayalah Eddie Murphy adalah seorang musisi juga. Pada tahun 80-an Eddie sempat memiliki single hit Party All The Time. Single ini masih sering diputar sampai sekarang.

Sayangnya, single tersebut kurang begitu populer di mata kritikus musik. Buktinya, pada tahun 2004 single tersebut masuk daftar 50 lagu terburuk sepanjang masa versi VH1 dan majalah Blender.

Tahun kemarin, Eddie kembali merilis single berjudul Red Light bareng Snoop Dogg. Namun single itu masih belum bisa berbicara banyak di pasaran.

2. Robert Downey Jr.
Robert Downey Jr, nama ini beken karena membintangi banyak film bermutu. Di antaranya adalah Iron Man serta Sherlock Holmes. Aktingnya selalu membuat setiap orang berdecak kagum.

Rupanya, Robert adalah penggemar musik jazz. Ia sempat merilis album pada tahun 2004 yang berjudul THE FUTURIST. Meski cukup apik namun album itu tak pernah dianggap keberadaanya oleh para kritikus musik.

Namun Robert sepertinya tidak pantang menyerah. Ia dikabarkan tengah menyiapkan album baru. Bahkan ia sempat manggung bersama penyanyi Inggris, Sting, beberapa waktu lalu.

1. Bruce Willis
Bruce Willis, aktor laga paling top saat ini, adalah bintang dari film Die Hard. Setiap peran yang diambil Bruce dalam film laga dan drama selalu luar biasa.

Banyak yang belum tahu kalau Bruce pernah juga mengambil peran di dunia tarik suara. Pada tahun 1987 ia merilis sebuah album. Album itu ia beri judul The Return of Bruno.

Bruce mengusung musik RnB dan motown di album tersebut. Sayangnya, album ini tidak bisa seluar biasa film-film garapannya. Malahan, album ini terbilang cukup buruk karena vocal Bruce yang kurang begitu menarik.

Seolah tak menggubris kritikan, setahun kemudian Bruce kembali merilis album kedua berjudul If It Dont' Kill You, It Just Makes You Stronger. Setelah itu, Bruce tak pernah lagi merilis album ataupun lagu.



Jumat, 04 Juli 2014

Apa Kabarnya Boboho Sekarang ?

Kamu yang terlahir dan besar pada tahun 90-an, tentu bangga memiliki julukan Generasi 90-an. Ada yang bilang, Generasi 90-an memang patut bersombong diri karena mereka telah mengalami masa kecil dan remaja yang dihiasi oleh beragam musik, sinetron dan film bermutu.

Salah satu yang menjadi tontotan wajib anak-anak 90-an adalah sebuah film kungfu komedi asal Taiwan berjudul SHAOLIN POPEY. Film rilisan tahun 1994 itu memasang seorang aktor cilik bernama Hao Shaowen (Steven Hao) yang sok tahu dan super jahil. Nama Shaowen mungkin tak terkenal di Indonesia, karena bocah itu lebih dikenal dengan nama Boboho.


Setiap aksi Boboho selalu mengundang tawa banyak orang. Bersama dengan rekannya sang bocah ahli kungfu yang diperankan oleh Shi Xialong (Aston Chen), mereka berdua menjadi idola anak kecil. Kini 20 tahun sudah berlalu, banyak yang bertanya, seperti apakah penampilan mereka sekarang?

1. BOBOHO KECIL

Wajahnya yang tembem dan lucu memang membuat siapapun gemas melihat sosok Hao Shaowen. Alih-alih dikenal dengan nama aslinya, Shaowen justru lebih populer dengan julukan Boboho. Film SHAOLIN POPEY yang dirilis tahun 1994 silam membuat Shaowen menjadi idola banyak remaja dan anak-anak generasi 90-an.

Dalam film itu, Shaowen berperan sebagai Boboho. Bocah botak yang memiliki senyum khas sok tahu dan super jahil. Gayanya yang menyebalkan bukannya membuat orang tak suka, tapi justru gemas pada Shaowen. Beberapa film Shaowen sebagai Boboho adalah SHAOLIN POPEY I & II, ADVENTURE OF TREASURE ISLAND, THE MARVELLOUS COOK, TROUBLE MAKER sampai HEAVENLY LEGEND: MONKEY KING THE MOVIE.

Popularitas itu membuat Shaowen menjadi salah satu bocah termahal di Taiwan. Saat membintangi SHAOLIN POPEY di tahun 1994, Shaowen masih berusia empat tahun. Namun dia sudah mampu membelikan tiga rumah mewah dan dibayar mencapai CNY 50 ribu (Rp 96,1 juta) setiap membintangi satu episode program TV.

2. BOBOHO KINI

Bertahun-tahun telah berlalu dan popularitas Boboho semakin pudar. Hao Shaowen pun melanjutkan hidupnya sampai dia sudah tumbuh sebagai mahasiswa. Shaowen rupanya diterima di jurusan Manajemen Transportasi di Universitas Tamkang Taiwan. Namun kehidupan Shaowen saat remaja sangat berbeda dengan ketika dia kecil.

Beberapa media Taiwan bahkan memberitakan jika demi membayar uang kuliah, Shaowen bahkan tak malu harus bekerja di toko es krim. Bukannya malu, Shaowen justru berpendapat bahwa apa yang dia lakukan ini merupakan aplikasi langsung ilmu kuliahnya. Sama seperti saat menjadi Boboho, Shaowen tetaplah pemuda gemuk dan mungkin berkurang sedikit sisi gemas pada dirinya.

Perubahan kehidupan sempat membuat Shaowen enggan bermain film kembali. Namun dia mulai mencoba akting dewasanya dengan terlibat dalam salah satu film romantis terbaik Taiwan, YOU'RE THE APPLE OF MY EYE. Dalam film itu, Shaowen yang kini dikenal dengan nama Steven Hao, berperan sebagai pemuda tambun A-He yang sempat menjadi kekasih si cantik Shen Chia Yi (Michelle Chen).

3. AHLI KUNGFU CILIK

Siapakah selain Hao Shaowen yang paling kamu ingat dalam film-film Boboho? Yap, benar jika kamu menjawab itu adalah Shi Xiaolong yang selalu berperan sebagai teman Boboho yang sangat jago kungfu.

Berbeda dengan Boboho yang jahil, Xiaolong selalu berperan sebagai bocah disiplin yang memiliki kemampuan bela diri di atas rata-rata. Tak salah memang jika Xiaolong sangat jago kungfu.

Bocah yang dua tahun lebih tua daripada Shaowen ini adalah murid dari Shi Yongxin, kepala biara kuil Shaolin. Jadi semenjak dia berusia dua tahun, Xiaolong memang sudah berlatih kungfu. Sehingga apa yang ditampilkan Xiaolong dalam film-film Boboho, itu memang kemampuan asli dari dirinya.

4. DEWASA DAN GANTENG

Sama seperti kebanyakan aktor cilik lainnya, Shi Xiaolong juga memutuskan rehat dari dunia entertainment untuk fokus pada pendidikannya. 10 tahun semenjak SHAOLIN POPEY rilis, pada tahun 2003, Xiaolong yang berusia 15 tahun memutuskan pergi ke Amerika Serikat untuk menempuh pendidikan SMA di sana.

Saat kembali ke Taiwan dua tahun kemudian, Xiaolong rupanya tergoda untuk berakting dan dikenal dengan nama internasional sebagai Ashton Chen. Tahun 2007, Xiaolong kembali ke Amerika Serikat dan berhasil lulus SMA di sana pada tahun 2008. Setelah pendidikannya usai, Xiaolong siap fokus lagi ke industri hiburan Taiwan.

Ilmu kungfu yang dia miliki semenjak kecil, membuat Xiaolong tidak sulit mendapatkan tawaran bermain film. Bahkan dia sempat terlibat dalam salah satu film kungfu terbaik, IP MAN 2. Setuju kan kalau Xiaolong dewasa semakin ganteng?

5. DUA BOCAH IDOLA 90AN
Tahun memang sudah berlalu. Industri perfilman Taiwan kini mungkin sudah tidak membebankan pada film bergenre kungfu komedi. Bahkan bisa dibilang, film Taiwan perlahan tergerus oleh film Korea Selatan di kancah Asia.

Namun tak bisa dipungkiri, jika karakter Boboho memang menjadi salah satu ikon anak-anak generasi 90-an. Setiap kali liburan sekolah tiba, kamu tentu masih ingat bagaimana kamu menonton film yang mungkin jalur ceritanya sudah sangat kamu hafal.

Pendek kata, baik Hao Shaowen dan Shi Xiaolong adalah idola anak-anak jaman dulu. Siapa yang lebih kamu sukai di antara mereka berdua?

6. MEREKA BERDUA TELAH TUMBUH

Dua puluh tahun berlalu semenjak popularitas SHAOLIN POPEY. Dua pemain kunci mereka yakni Hao Shaowen dan Shi Xiaolong juga tidak lagi bocah menggemaskan tetapi sudah menjadi seorang pemuda dewasa.

Kendati karir akting Shaowen bisa dibilang kalah dibandingkan Xiaolong, sepertinya jalan karir mereka berdua ke depan masih terbuka lebar. Dan sejatinya saat inilah bukti sesungguhnya apakah mereka mampu mengulang masa kejayaan seperti dulu.

Semoga saja bakal ada film yang menggabungkan mereka berdua main bareng lagi ya!

Kamis, 03 Juli 2014

7 Hal Yang Bisa Kita Pelajari dari film From Dusk Till Dawn (1996)


From Dusk Till Dawn adalah film horor tahun 1996 yang di sutradarai oleh Robert Rodriguez. Ceritanya sendiri dibuat oleh Robert Kurtzman dan skenarionya ditulis oleh Quentin Tarantino. FIlm ini menceritakan bagaimana dua orang kriminal bersaudara, Seth (George Clooney) dan Richard (Quentin Tarantino), serta ketiga sandranya yang harus berjuang melawan para orang Mexico di sebuah bar. Emang kenapa sama orang Mexico itu? Pasalnya, mereka tiba-tiba berubah menjadi vampir dan bersiap memakan Seth dan kawanannya.

Setelah menonton film ini, Movie Mania membuat beberapa kesimpulan yang bisa kita pelajari dari film From Dusk Till Dawn. Apa aja? nih dia

1. Jangan Ngeremehin Serunya Film Kelas B
Film kelas B adalah film berbudget rendah yang memaksimalkan konten porno dan gorenya. Biasanya, film kelas B mengusung genre cerita horor. From Dusk Till Dawn termasuk dalam film kelas B tapi kualitasnya enggak kalah sama film top Hollywood lainnya..

2. Tarantino Menasbihkan Diri Sebagai Seorang DJ Genre
Yups, Tarantino memang penulis skenarionya film ini dan dipastikan dia memberikan sumbangsih ide-ide ceritanya..Di film From Dusk Till Dawn, hampir setengah film dihabiskan bagaimana Seth dan Richard berusaha meninggalkan Amerika untuk ke Mexico. Kamu bakal lihat gimana mereka baku tembak dengan pemilik toko hingga bersembunyi dari polisi. Sama sekali nggak ada vampirnya! Vampir justru muncul setelah tengah film. Film ini mengawinkan crime dan horor di satu film tanpa mengurangi porsi keduanya.

3. Robert Rodriguez adalah Raja Gore Berkualitas
Kalo raja film horor slasher masa kini dipegang sama Rob Zombie dan raja film crime dipegang sama Guy Ritchie, terus Raja film gore? Tentu Robert Rodriguez. From Dusk Till Dawn bisa dikatakan debut film panjang pertamanya yang bertipe seperti ini. Setelah film ini, beberapa tahun kemudian dia menyajikan Planet Terror (2007) Machete (2010), dan beberapa saat yang lalu ada Machete Kills (2013).

4. Sometime, Tarantino is Bad at Acting

5. Vampir Enggak Jauh Beda Sama Zombie
Satu gigitan vampir bisa merubah kamu menjadi seperti mereka, layaknya zombie. Selain itu ketika kamu berubah menjadi vampire, kamu bakal enggak inget lagi sama orang yang kamu kenal dan dijamin bakal pingin banget makan daging mereka. Dua hal sih yang bedain. Zombie otaknya harus hancur biar mati sedangkan vampir mati kalo jantungnya ancur dan vampir bakal kebakar kalo kena cahaya matahari,

6. Salma Hayek is So Hot!,
Muka latin dan body sexy yang dimiliki Salma Hayek di film ini memang sulit untuk dilupain. Lengkungan perutnya secara langsung menghipnotis Tarantino untuk menampilkan ekspresinya yang paling mesum. Sayang, dia berubah menjadi buruk rupa begitu melihat darah.

7. Mudah Bagi Orang Amerika untuk Berkunjung ke Mexico, Tidak Untuk Sebaliknya
Disalah satu scene kita melihat bagaimana Seth dan Richard, yang menjadi buronan, bersembunyi di kamar mandi van milik sandranya. Sang penjaga perbatasan yang berwajah Mexico berbicara kepada pengemudi van dan bertanya dalam bahasa inggris "Mau Apa ke Mexico?"
Supir hanya menjawab, “Aku dan anak laki-lakiku sedang berlibur.”
Sedangkan banyak sekali film-film yang menampilkan bagaimana orang Mexico berusaha ke Amerika dengan susah payah meski harus memakai cara ilegal, seperti di film End of Watch.




Form Dusk Till Dawn (1996) ~Film Vampire Yang Lain Dari Yang Lain~

Movie Mania, beberapa hari yang lalu kebetulan saya menemukan DVD film From Dusk Till Dawn. Sebenarnya dulu pernah nonton film indi hasil karya Robert Redriguez ini, dan pas nemu DVD-nya film jadul ini jadi merasa pengen nonton kembali.


Movie Mania, ngomong-ngomong soal From Dusk Till Dawn, Inilah film mengenai vampire yang sangat aneh. Beda sekali dengan film horror yang biasa, From Dusk Till Dawn bisa dibilang memberikan sesuatu yang lebih dari sekedar film vampire biasa. Setengah film mungkin bahkan akan membuat kalian bertanya-tanya – Benarkah kalian telah menonton sebuah vampire film ? Rasanya Robert Rodriguez memang selalu memberikan sesuatu yang baru dengan film yang ia buat.

Apabila sebelumnya film mengenai vampir biasanya selalu diasosiasikan dengan Dracula, segala yang seram-seram, maka From Dusk Till Dawn berani mengambil perspektif baru. Setengah film dari depan bisa dibilang bebas dari vampir sama sekali. Mereka hanya berceritakan mengenai bagaimana 2 buronan berusaha meloloskan diri dari Amerika menuju ke Meksiko. Kedua buronan bersaudara itu memutuskan untuk membawa sekeluarga pendeta sebagai sandera mereka. Setelah berhasil mencapai titik temu di sebuah bar bernama Titty Twister, mereka tak pernah menyangka kalau bar itu adalah sebuah tempat para vampir. Teror pun dimulai pada ketika sore menjelang. Bisakah mereka selamat sampai subuh tiba ?

Selain dari jalan ceritanya yang cukup baru, sebenarnya From Dusk Till Dawn tidak benar-benar menawarkan hal lain. Action ketika pertempuran melawan para vampire dimulai tidak sedahsyat yang diharapkan, mungkin juga itu disebabkan karena budget rendah film ini. Para vampirenya sendiri tidak tampil dengan efek-efek yang mencengangkan mata. Beberapa dialog kasar dari karakter-karakter film ini cukup menghibur, tetapi mulai terasa membosankan ketika terus menerus diulang. Secara keseluruhan film ini bagus untuk mereka yang sudah bosan dengan film vampire tradisional. Sayangnya untuk umum, film ini biasa-biasa saja.

Dan sebagai tambahan, mungkin tarian Salma Hayek yang begitu menggoda juga unsur pemikat dalam film ini. Toh bagi kebanyakan orang yang menonton (termasuk saya), adegan inilah yang paling memorable dari film yang dibintangi oleh banyak bintang berbobot diantaranya, George Clooney, Quentin Tarantino, Harvey Kietel, Juliette Lewis, Danny Trejo, dan lainnya !



From Dusk Till Dawn
Directed by Robert Rodriguez Produced by Gianni Nunnari Meir Teper Screenplay by Quentin Tarantino Story by Robert Kurtzman Starring George Clooney Harvey Keitel Juliette Lewis Quentin Tarantino Music by Graeme Revell Cinematography Guillermo Navarro Edited by Robert Rodriguez Production company A Band Apart Los Hooligans Distributed by Dimension Films Release date(s) January 19, 1996 Running time 108 minutes Country United States Language English Budget $20,000,000 (estimated) Box office $25,836,616

Link Download Film From Dusk Till Dawn ada DISINI


Rabu, 02 Juli 2014

I Spit on Your Grave 2 ~Masih Seputar Kejamnya Suatu Pembalasan Dendam~


Dikisahkan, Katie (Jemma Dallender) seorang wanita muda, mantan model amatir yang agentnya di New York mengalami kebangkrutan sedang mencari pekerjaan --masih sebagai model--. Namun ternyata, meskipun dia sudah mempunyai pengalaman sebagai model, untuk menjadi model yang profesional tidaklah segampang yang dikira. Apalagi pada saat dirinya sedang membutuhkan portofolio, dan untuk membuat itu, diperlukan seorang photografer profesional yang harganya tidaklah murah, terutama bagi Katie yang masih model amatiran dan nyambi kerja sebagai pelayan restoran.

Akhirnya dia memilih untuk memakai jasa potographer murah untuk membuat portofolio baru. Awalnya berjalan lancar, tapi menjadi menjengkelkan bagi Katie ketika sang potographer menyuruhnya untuk membuka bajunya saat sesi foto.

Merasa kesal dengan perlakuan sang potographer, Katie pun pulang. Ketika sampai diapartemennya, ternyata sang asisten potographer yang bernama Georgy memberinya hasil poto sekaligus meminta maaf kepada katie atas perlakuan rekannya. Tapi ternyata itu semua hanya akal-akalan Georgy saja, karena niat sebenarnya adalah untuk memperkosa Katie. Mendengar keributan dari kamar disebelahnya, Jayson pun langsung mendatangi kamar Katie, tapi sesampainya disana Jayson langsung dihabisi oleh Georgy. Karena hal ini akhirnya Georgy pun menelpon temannya untuk membantu membereskan semua hal yang telah dilakukannya, untuk itu akhirnya Katie disekap disebuah ruangan yang dia tidak ketahui ada dimana.


I Spite on Your Grave 2 (2013) adalah sequel dari I Spit on Your Grave (2010) yang kalau dilihat dari benang merah cerita, kedua film tersebut sama sekali tidak kesinambungannya. Dua film tersebut, masing-masing berdiri sendiri-sendiri.

Ide cerita film kedua ini jelas sekali tidak jauh berbeda dari film yang pertama, diperkosa lalu membalas dendam dengan orang-orang yang membuatnya terluka. Cara balas dendamnya pun setipe dengan film yang pertama, yaitu membunuh para penjahat sesuai dengan perlakuan mereka terhadap Katie. Lalu apa yang membuat film ini beda dengan I Spit on Your Grave (2010)? Menurut saya yang berbeda cuma pemeran utama, pekerjaannya, serta para pelaku yang memperkosanya. Itu Saja !!

Dibandingkan di film yeng pertama, di film yang kedua ini, Steven R. Monroe selaku sutradara, sepertinya nanggung. Beliau terkesan ingin menampilkan kebejatan yang maksimal tapi jadi malah minimal. Selain cara jebak para pelaku yang terkesan biasa-biasa aja, kalo tidak mau dibilang terlalu mudah, cara-cara menghukum pelaku terkesan dipaksakan. Misalnya saja, di akhir film, penis pelaku dijepit sebuah alat yang jika alat itu diputar, penisnya akan makin terjepit. Hanya saja karena tidak mau terang-terangan menampilkan alat kelamin pria, kita yang nonton bertanya-tanya, diapain tuh? Apaan, tuh? Batang atau biji? Tidak jelas. ! Lalu, kalau memang tidak jelas seperti itu, sekalian saja penyiksaannya tidak usah di wilayah itu, hehehehe :p

So, well, ini memang cuma sekedar film hiburan, namun ini film jelas-jelas bukan film yang cocok untuk ditonton bersama keluarga di ruang keluarga. Film ini cuma untuk konsumsi para pecinta gore atau kekerasan. Tidak lebih !!

Link Free Download Film I Spit on Your Grave 2 ada DISINI

Mau nonton streaming film I Spit on Ypur Grave 2 silahkan kesini

Selasa, 01 Juli 2014

I Spit on Your Grave (2010) ~Pembalasan Itu Memang Kejam... ~


Dikisahkan seorang penulis wanita mencari ketenangan dengan pergi ke daerah terpencil. Di tengah jalan ia diikuti hingga ke cabinnya oleh sekelompok pemuda dan diperkaos rame-rame. Setelah memerkosa, sadar kelakuan mereka begitu buruk, para pemerkosa sepakat membunuh korbannya. Namun sebelum menghabisinya, para pria itu mencoba menikmati momen-momen di mana sang wanita merasakan hancurnya harga diri, sakitnya hati, merosotnya mental mau pun ketidakberdayaan fisik. Hal ini digambarkan ketika para pria hanya mengamati…dan hanya mengamati, korbannya berjalan dengan tubuh tanpa sehelai benang pun, penuh luka, wajah lebam, terhuyung-huyung tanpa arah, tanpa harapan, siapa pun yang mengalami pasti berharap segera mati saja.


Itulah penggalan cerita dari film I Spit on Your Grave (2010) yang merupakan remake dari film produksi tahun 1978 yang juga mempunyai judul lain Day of the Woman yang waktu naik edar sempat menjadi kontroversial besar-besaran dikarenakan penuh dengan adegan-adegan sadis. Namun film rilisan tahun 1978 yang disutradarai oleh Meir Zarchi tersebut seakan menjadi pionir untuk film sejenis yang kemudian sedikit banyak dicontek produksi lain, termasuk sineas Indonesia.

Film remake produksi tahun 2010 yang disutradarai oleh Steven R. Monroe dengan jajaran pemain Sarah Butler, Jeff Branson, Andrew Howard, Rodney Eastman ini alur cerita-nya plek sama persis dengan film rilisan tahun 1978 yaitu tentang sekelompok pemuda yang memerkosa seorang gadis, kemudian gadis itu melakukan pembalasan dengan menjerat satu persatu pemuda yg memerkosanya.

Perkosaan yang ditampilkan begitu brutal, bejat, tegel, di titik terendah derajat manusia, dan bahkan lebih buruk dari binatang. Sampai di sini diharapkan penonton mendukung pembalasan setimpal, yang sebenarnya dalam kehidupan nyata kita tak diajarkan begitu. Tapi itulah film, sebagian dari kita’kan ingin mengakhiri film dengan rasa puas. Persetan dengan hukum !!!

Lalu bagaimana aroma kesadisan yang ditebarkan di film rilisan tahun 2010 ini ? Jujur saja Movie Mania, waktu saya mencoba menulis review tentang I Spit on Your Grave (2010) ini, saya belum sempat menonton film pendahulunya yang rilisan tahun 1978. Jadi saya tidak bisa mengcomparenya. Namun, jika melihat adegan-adegan sadistik yang digelar di film rilisan tahun 2010 ini, cukup membuat kita bergidik ngeri, ikut merasakan kengiluan dan lain sebagainya. Begitu diluar norma-norma kemanusiaan. Namun mungkin begitulah Pembalasan Dendam yang sering dialurkan di film-film. Begitu berlumur darah dan membuat kita sebagai penonton merasa PUAS !!

I Spit on Your Grave
Directed by Steven R. Monroe Produced by Lisa Hansen Paul Hertzberg Meir Zarchi Screenplay by Stuart Morse Story by Meir Zarchi Starring Sarah Butler Jeff Branson Rodney Eastman Daniel Franzese Andrew Howard Chad Lindberg Tracey Walter Music by Corey Allen Jackson Cinematography Neil Lisk Edited by Daniel Duncan Production company CineTel Films Distributed by Anchor Bay Entertainment Release date(s) May 1, 2010 (Texas Frightmare Weekend) October 8, 2010 (United States) Running time 105 minutes 108 minutes (Unrated Cut) Country United States Language English



Link Free Download Film I Spit on Your Grave ada DISINI

Senin, 30 Juni 2014

Animator Indonesia ternyata terlibat dalam produksi Transformers: Age of Extinction


Sudahkah Movie Mania melihat film Transformers 4: Age Of Extinction? Pasti sudah kan ? Film yang belum lama diputar di bioskop-bioskop Indonesia beberapa hari lalu ini, kini telah menjadi pembicaraan banyak orang. Sekuel keempat dari film yang mengisahkan tentang perjuangan para Autobots menjalin persekutuan dengan manusia itu semakin seru saja.

Film Hollywood yang digarap oleh sutradara terkenal, Michael Bay ini ternyata melibatkan salah satu putra Indonesia yang jago di bidang animasi, dialah Ronny Gani. Film yang menampilkan Mark Wahlberg sebagai pemeran utama ini melibatkan kembali animator muda Indonesia setelah sebelumnya dirinya juga diminta dalam penggarapan film-film Hollywood seperti The Avengers, Pacific Rim, dan Noah.

Ronny Gani yang diwawancarai oleh VOA mengatakan bahwa ini adalah kali pertamanya dirinya melakukan kerja sama dengan Michael Bay. Pemuda yang sudah lima tahun bekerja di perusahaan Industrial Light and Magic, Singapura kerap mengerjakan efek visual untuk film-film Hollywood. Pasalnya perusahaan itu adalah anak dari Lucas Film Group yang memiliki bagian tugas dalam animasi visual. Pria yang berusia 31 tahun ini mengaku berhasil menyelesaian pekerjaan untuk animasi sekuel terbaru Transformers: Age of Extinction selama enam bulan. Dirinya bersama tim animator di Singapura yang berjumlah 20 orang menghabiskan hari-harinya untuk proyek ambisius ini. Meskipun tidak semuanya dikerjakan semua, tetapi sebagian besar proyek efek visual ini diselesaikan di Singapura, kekurangannya dibereskan di oleh tim lain di kantor pusat Industrial Light and Magic yang berpusat di San Francisco, Amerika.

Sebagai orang yang baru pertama kali menangani film Transformers 4 ini, dirinya merasakan adanya tantangan besar. Namun demikian, alumnus jurusan Arsitektur UI ini mengaku dirinya berhasil melakukan karakterisasi dalam animasinya sehingga hasilnya dapat kita lihat seperti dalam film yang sudah tayang di bioskop. Ternyata luar biasa, kita punya animator yang telah mendunia.



Transcedence (2014) ~ What If A New Intelligence Was Born~


Transcendence adalah film science-fiction yang mengangkat cerita tentang pasangan Dr. Will Caster (Johnny Depp) & Evelyn Caster (Rebecca Hall) yang berambisi untuk menciptakan kecerdasan buatan yang mampu membuat dunia menjadi lebih baik : menyembuhan kanker, memulihkan alam, dsb.

Namun insiden terjadi, kolega dan tim mereka dibunuh oleh sebuah organisasi ekstrem anti-teknologi yang dipimpin oleh Bree (Kate Mara). Bahkan Dr. Will Caster sekarat karena tertembak. Evelyn tidak siap kehilangan suaminya, sehingga ia mengajak sahabat mereka Max Waters (Paul Bettany) untuk membuat eksperimen memindahkan kesadaran Will ke dalam PINN --sebuah prosesor yang sangat amat cerdas buatan Will--.

Ketika percobaan ini berhasil, Will hidup di dalam PINN, meminta untuk dihubungan dengan internet. Ketika Max merasa semua ini tidak benar, ia diusir oleh Evelyn yang sudah terlanjur bahagia karena dapat bersama suaminya lagi. Rekening Evelyn telah diisi oleh Will dan mereka memperluas pekerjaan mereka di kota terpencil, Brightwood.

Impian mereka menjadi kenyataan ketika 2 tahun kemudian Will menemukan nanotechnology yang mampu menyembuhkan orang seketika. Namun obsesi Will menjadi terlalu bahaya karena akan membawa evolusi besar-besaran di dunia, Evelyn pun disadarkan oleh Max, Joseph Tagger (Morgan Freeman), Agen FBI Buchanan (Cillian Murphy).


Konsep cerita yang diangkat Transcendence sebenarnya cukup menarik, terlepas dari tema yang sudah umum di dunia scifi. Debut penyutradaraan Wally Pfister yang biasanya menjadi cinematographer dari film-film Christopher Nolan juga berhasil menyajikan visual yang artistik. Banyak potongan-potongan gambar yang indah dan meyakinkan. Namun sayang, naskah film ini terlalu lemah, dan penyutradaraan Wally Pfister masih terasa kaku, meskipun Christopher Nolan menjadi produsernya.

Dan ya, dari sisi naskah inilah sisi terburuk dari film Transcedence, hingga membuat film ini gagal dipasaran. Oya, Film Transcendence diberitakan gagal meraih box office menyaingi rivalnya Captain America: The Winter Soldier ketika dirilis. Film yang dibintangi oleh Johnny Depp ini sudah tayang di bioskop-bioskop dunia sejak 18 April 2014 lalu, namun ‘hanya’ memperoleh pemasukan sebesar US$11,2 juta saja. Angka yang jauh di bawah modal pembuatan film tersebut yang mencapai US$100 juta.

Film genre fiksi ilmiah karya Wally Pfister ini juga tak menghasilkan laba besar di bioskop-bioskop luar Amerika termasuk dari bioskop di Indonesia yang hanya meraup US$17,4 juta. Jika dijumlahkan dengan pendapatan di negara asalnya, maka hasilnya adalah US$28,5 juta. Masih tetap tak bisa mengembalikan modal awal pembuatannya.

Dikabarkan penyebab jatuhnya film Transcendence di box office diduga akibat banyak review negatif dari penonton yang membuat ulasan. Di antaranya adalah dari laman Rotenomatoes yang menampilkan review buruk dari film ini jauh lebih banyak ketimbang yang baik. Mereka menulis jika dari segi skenario atau jalan cerita film ini masuk kategori ‘busuk’. Akan tetapi dari sisi visual dan editing film ini memang baik. Tak heran sebenarnya sebab film tersebut memakan biaya yang besar sekali.

Bagaimana dengan akting Johnny Depp sendiri? Sepertinya tak ada yang meragukan kualitas akting pemeran Jack Sparrow dalam Pirates of Caribean tersebut. Akan tetapi memang bagusnya akting seorang pemain tak selalu mampu menarik minat penonton.

TRANSCEDENCE 
Directed by Wally Pfister Produced by Broderick Johnson Andrew A. Kosorve Kate Cohen Marisa Polvino Annie Marter David Valdes Aaron Ryder Written by Jack Paglen Starring Johnny Depp Morgan Freeman Rebecca Hall Kate Mara Cillian Murphy Cole Hauser Paul Bettany Music by Mychael Danna Cinematography Dane Dehan Edited by David Rosenbloom Production company Alcon Entertainment DMG Entertainment Straight Up Films Distributed by Warner Bros. Pictures (United States & Canada) Summit Entertainment (International) Release date(s) April 10, 2014 (New York City) April 18, 2014 (United States and China) Running time 119 minutes Country United States China Language English Budget $100 million[3] Box office $82,978,023

LINK FREE DOWNLOAD FILM TRANSCEDENCE ADA DISINI



Jumat, 27 Juni 2014

SABOTAGE (2014) ~Aksi Gak Jelas dari Sang Jagoan Tua~

Arnold Schwarzenegger, meskipun sudah tidak muda lagi namun masih mengukuhkan dirinya sebagai bintang action Hollywood papan atas bersaing ketat dengan junior-juniornya seperti Vin Diesel, Dwayne Johnson, dll.

Namun sejauh ini sepertinya belum berhasil meraih kembali popularitasnya seperti era Terminator. Kita lihat, film-filmnya setelah comeback (The Last Stand, Escape Plan) tidak begitu bikin heboh chart box office sebagai film terlaris.


Kali ini dalam Sabotage (2014),Arnold Schwarzenegger berperan sebagai Breacher, seorang pimpinan team elit DEA yang anggotanya terdiri dari Monster (Sam Worthington), Sugar (Terrence Howard), Neck (Josh Holloway), Grinder (Joe Manganiello), Lizzy (Mireille Enos), Pyro (Max Martini), Tripod (Kevin Vance), Smoke (Mark Schlegel), yang menjalankan misi untuk mencuri uang dari kartel narkoba.

Malangnya, uang 10 juta tersebut hilang tanpa diketahui siapa yang mengambilnya. Tuduhan tertuju kepada Breacher dan anggotanya, namun semua tidak terbukti, sehingga akhirnya ia dan timnya kembali memperoleh lencana.

Meskipun sudah memperoleh kembali lencana mereka, Kepercayaan diantara sesama anggota tim tidak kembali seperti semula, karena mereka saling curiga bahwa pencuri uang tersebut adalah salah satu dari mereka. Hingga akhirnya secara misterius, satu-persatu anggota timnya dibunuh dengan sadis.

Detektif Caroline Brentwood (Olivia Williams) pun turun tangan untuk menyelidiki pembunuhan ini. Kecurigaan di dalam tim tersebut juga membuncah: apakah ini perbuatan dari kartel narkoba atau salah satu dari anggota tim?

Sebagai film aksi laga yang penuh baku ledak baku tembak, Sabotage memang menjanjikan hal tersebut, namun dari segi cerita yang ditulis oleh Skip Woods dan David Ayer ini terlihat sangat lemah. Plot cerita sejak awalnya sudah tidak cukup kuat.

Pertanyaan-pertanyaan seperti : Apakah yang sebenarnya sedang terjadi? kenapa anggota elit DEA harus mencuri uang 10 juta? Yang bahkan di akhir cerita, Lizzy menceritakan bahwa mencuri uang adalah usul dari Breacher, namun kalau memang itu adalah usul dari Breacher, sebenarnya apa sich tujuan utama dari misi DEA tersebut? Apakah untuk mencuri uang atau untuk menangkap kartel narkoba? Sampai akhir film, penonton sama sekali tidak diberi jawaban  “apa sih misi Team DEA yang dipimpin oleh Breacher tersebut?”

Kemudian terungkap fakta, bahwa yang mengambil uang tersebut adalah Breacher yang berani mengambil resiko demi untuk menemukan pembunuh keluarganya. Kenapa Breacher sampai mempertarukan semuanya dengan mengambil uang tersebut, untuk apa ? Motivasi Breacher yang ingin ditunjukkan si penulis melalui film ini sama sekali tidak kuat, karena sampai film berakhir kita tidak paham mengapa uang tersebut bermain dengan penting? Well, Oke, kita bisa tahu kalau uang tersebut digunakan untuk menyuap informasi dari polisi Mexico. Tapi, hanya untuk uang suap?? Seorang anggota DEA tentunya bisa berbuat lebih dalam membalas dendam, daripada sekadar “menyuap”. Tidak masuk akal !!

Lalu, saat mulai seru-serunya kita mencoba menebak-nebak siapa gerangan pembunuhnya, tiba-tiba sang sutradara dengan santai membuka misteri tersebut, sehingga apa yang seharusnya menjadi bagian klimaks menjadi begitu hambar dan sangat anti klimaks. Cukup disayangkan, jika pada akhirnya kita tidak perlu berpikir, karena pembunuhnya sudah diperlihatkan dengan sendirinya? Lantas untuk apa dari awal sampai akhir identitas pembunuh disembunyikan??? Benar-benar bukan penyelesaian yang cerdas.

Dari sini, sudah sangat jelas memang, kalau Sabotage terlalu menumpukkan tanggung jawab kepada Arnold. Jelas suatu strategi yang buruk, mengingat penampilan Arnold sendiri sudah tidak sekeren jaman mudanya. Plot cerita yang berantakan juga turut menyeret seluruh film ini menjadi tipuan belaka.  Pendalaman karakter yang seharusnya bisa dibuat lebih tajam dan menjual, justru sangat lemah dalam film ini, membuat semua anggota elit DEA ini hanya tampak seperti orang-orang sakit jiwa yang haus darah. Kasihan sekali para artis yang sudah bersusah-payah mencoba memberikan nyawa bagi tokoh ini, karena toh pada akhirnya apa yang mereka perbuat tidak menyumbang keberhasilan karena bobroknya naskah yang ditulis Skip Woods & David Ayer.


SABOTAGE (2014)
Directed by David Ayer Produced by Bill Block David Ayer Ethan Smith Paul Hanson Palek Patel Written by Skip Woods David Ayer Starring Arnold Schwarzenegger Sam Worthington Olivia Williams Terrence Howard Joe Manganiello Harold Perrineau Martin Donovan Max Martini Josh Holloway Mireille Enos Music by David Sardy Cinematography Bruce McCleery Edited by Dody Dorn Production company Albert S. Ruddy Productions Crave Films QED International Roth Films Distributed by Open Road Films Release date(s) March 19, 2014 (Los Angeles) March 28, 2014 (United States) Running time 109 minutes Country United States Language English


LINK FREE DOWNLOAD FILM SABOTAGE ADA DISINI



Rabu, 25 Juni 2014

8 Pria Hollywood Yang Pesonanya Takkan Pernah Terganti

Beberapa bintang pria Hollywood memang memiliki pesona yang lain daripada yang lain. Tak heran jika artis-artis tampan ini menjadi idola bahkan hingga usia mereka tak muda lagi.

Walaupun memang sulit dikatakan, namun pria-pria yang diulas di sini memang memiliki ketampanan yang timeless. Hal ini membuat banyak orang berpikir bahwa sosok mereka takkan mungkin tergantikan oleh siapapun.

Mereka tidak berusaha mencari perhatian, namun nyatanya penggemar mereka seolah tak pernah berkurang. Tak hanya dari segi fisik semata, kemungkinan pesona mereka juga tercermin dari perilaku mereka sehari-hari.

Penasaran kan, siapa saja pria Hollywood yang masuk dalam daftar ini? Kenapa pula mereka begitu mempesona? Simak ulasan berikut ini, dan cari tahu apakah idola kalian adalah salah satunya?

1. Matt Damon

Tentunya ada banyak alasan kenapa pria yang satu ini menjadi sosok yang sangat dikagumi di dunia Hollywood. Selain penampilan fisiknya yang memang keren, dia juga memiliki perilaku yang santun.
Di dunia Hollywood, Matt Damon adalah salah satu figur pria yang sangat penyayang, terutama pada pasangan dan keluarganya. Lihat saja betapa awetnya hubungan pernikahan yang dia bina bersama istri, yang tak lain adalah teman sekolahnya dulu.
Rupanya, dunia pun mengakui perilaku lemah lembut yang ada di dalam diri bintang WE BOUGHT A ZOO ini. Alhasil, dia sempat dinobatkan sebagai Pria Terseksi Dunia pada tahun 2007.
Hayo, siapa di antara kalian yang tidak mau punya pasangan yang ganteng dan penyayang seperti dia. Hanya wanita beruntung yang bisa bersanding dengannya, bukan?

2. Enrique Iglesias

Kalau ada yang bilang dia seksi, itu memang benar. Kalau ada yang mengatakan Enrique Iglesias pria sempurna, itu memang bukan hal yang salah.
Bagaimana tidak, dia bukan hanya pria dengan wajah sangat tampan dan menggoda. Suaranya yang merdu juga jelas akan membuat semua wanita di dunia ini meleleh.
Namun terlebih lagi, dia adalah seorang pria yang setia dan penyayang. Hal itu tercermin dari hubungannya dengan Anna Kournikova yang telah berlangsung belasan tahun, tanpa ada kabar keretakan.
Walau kini namanya tak setenar dulu, namun pastinya fans takkan pernah bisa meninggalkan pria yang satu ini. Apakah kalian juga salah satu fans beratnya?

3. Tom Cruise

Saat ini, usia Tom Cruise jelas sudah tidak muda lagi. Usianya sudah lewat setengah abad, dan sudah memasuki fase di mana pria mulai kehilangan pesona.
Namun nyatanya, tanda-tanda penuaan hampir tidak terlihat dalam diri bintang MISSION IMPOSSIBLE ini. Dia masih saja seorang pria yang memiliki wajah sempurna dan layak dipuja.
Tom sendiri memang dikenal sangat peduli dengan penampilannya sendiri. Dia melakukan berbagai perawatan agar pesonanya tetap sempurna, seperti saat dia masih berusia dua puluh tahun.
Well, bagaimana menurut kalian? Apakah dia seorang pria yang layak jadi idola? Mungkin iya, mungkin tidak, pastinya setiap orang punya pendapat masing-masing bukan?

4. Theo James

Jika ada yang belum tahu, Theo James adalah bintang dalam film DIVERGENT. Sejak membintangi film tersebut, dia memang langsung melonjak jadi salah satu artis papan atas.
Hal ini memang sangat beralasan. Wajahnya yang tampan dan terlihat sempurna itu jelas menjadi daya tarik yang membuat banyak wanita tergila-gila.
Selain itu, penampilannya yang macho juga membuat banyak orang terkesan pada sosoknya. Satu lagi pesonanya adalah aktingnya yang patut diacungi jempol.

5. David Beckham

Siapa yang tidak kenal, atau tak pernah mendengar nama David Beckham. Tentunya, nama pensiunan bintang bola ini sudah mendarah daging dalam jiwa para penggemar.
David memang tak hanya sekedar jual tampang. Di balik pesonanya yang membuat banyak wanita meleleh, ternyata dia juga seorang atlet yang handal di lapangan hijau.
Pesonanya tak hanya sampai di situ. Semua orang tahu bahwa dia adalah seorang pria yang sangat galant dan perhatian pada keluarga. Perhatiannya pada istri dan anak-anaknya jelas jadi hal yang sulit ditemukan.
Hmm... Pastinya Victoria Beckham adalah seorang wanita yang beruntung bisa bersanding dengan dengan pria seperti dia. David memang sangat sempurna.

6. Justin Timberlake

Sejak awal muncul sebagai pentolan NSync, Justin Timberlake memang sudah menjadi pusat perhatian banyak orang. Dia begitu, cute, tampan dan good looking.
Alhasil, banyak sekali wanita yang tergila-gila padanya. Tak hanya karena wajahnya yang memang menggoda, dia juga memiliki suara yang khas, dan membuatnya dikenal di dunia musik.
Hingga pada akhirnya, dia menikah dengan Jessica Biel. Namun keputusannya untuk mengakhiri masa lajang ternyata tak membuat dia ditinggalkan penggemar.
Okay, dia memang dikenal sebagai salah satu bintang yang suka gonta-ganti pasangan. Namun entah kenapa, memang sulit mencari orang lain seperti Justin.

7. Brad Pitt

Nama ini pastinya sudah tidak asing di telinga kalian. Yep, Brad Pitt adalah seorang bintang yang memiliki banyak prestasi di dunia akting, sehingga membuatnya masuk dalam jajaran bintang paling dipuja.
Selain itu, dia juga membuat publik kagum dengan kasih sayangnya pada keluarga. Kekasih Angelina Jolie ini memang selalu menunjukkan perhatian pada keluarga.
Brad sendiri selalu menunjukkan perilaku yang positif pada keluarganya. Suatu hari, dia bahkan rela mengalami cedera demi menyelamatkan anaknya yang jatuh.
Satu hal lagi yang membuatnya dikagumi adalah jiwa besarnya menerima Angelina yang memutuskan mengangkat payudara demi menghindari risiko kanker. Hal yang langka, bukan!

8. Channing Tatum

Wajah tampan Channing Tatum memang sudah diakui oleh banyak orang di seluruh dunia. Ketampanannya yang unik inilah yang menjadi salah satu daya tarik dalam dirinya.
Selain itu, dia juga membuat dunia tersentuh dengan kasih sayangnya sebagai seorang suami dan ayah. Dia selalu menunjukkan perhatian yang luar biasa pada keluarganya.
Selain itu, bintang MAGIC MIKE ini juga memiliki banyak kelebihan lain yang membuatnya dinobatkan sebagai Pria Terseksi Dunia. Siapa yang tidak sepakat kalau dia memang keren?


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More