Tampilkan postingan dengan label Kung Fu Film. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kung Fu Film. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Januari 2015

Anak Jackie Chan, Masuk Penjara Gara-Gara Narkoba

Putra bintang film Tiongkok Jackie Chan, Jaycee Chan, akhirnya menerima putusan hukum kemarin (9/1). Setelah ditangkap pada Agustus lalu, Pengadilan Distrik Dongcheng akhirnya menjatuhkan vonis enam bulan penjara atas penyalahgunaan obat terlarang. Jika dikurangi masa tahanannya selama ini, Jaycee bakal bebas pada 13 Februari.

"Saya telah melanggar hukum, Saya layak dihukum. Ketika saya kembali ke masyarakat, saya tidak akan melakukan kesalahan itu lagi," ujarnya di hadapan majelis hakim. Jaycee yang mengenakan celana biru dan kaus hitam tampak tenang dan menghormati jalannya persidangan. Pengadilan juga menyatakan, Jaycee harus membayar denda RMB 2 ribu atau setara dengan Rp 4 juta.

Beberapa saat setelah putranya ditangkap, Jackie Chan langsung meminta maaf melalui akun Sina Weibo miliknya. Aktor yang sudah merambah Hollywood itu mengungkapkan keterkejutan dan kemarahannya. Dia juga meminta maaf karena gagal mendidik anak. "Sebagai public figure, saya malu. Sebagai ayah, saya merasa sangat buruk," tulisnya.

Pemerintah Tiongkok memang sedang getol menangkap dan memenjarakan pengguna narkoba. Sepanjang 2014, ada 10 artis lokal yang ditahan karena terlibat penggunaan narkoba. Sementara itu, untuk masyarakat umum, jumlahnya jauh lebih besar. Sejak Januari hingga Agustus tahun lalu, ada 7.800 orang yang ditangkap. (AFP/BBC/sha/c23/ami)




Minggu, 24 Agustus 2014

The Forbidden Kingdom (2008) ~Pertama Kalinya Mempertemukan Jackie Chan Dan Jet Li~


Alkisah, ada seorang anak asal Boston yang menggilai cerita-cerita asal China. Dia hobi berkunjung ke daerah pecinan dan berburu film bajakan cerita China. Toko ini dikelola oleh seorang yang sangat tua. Suatu hari, anak ini melihat ada sebatang tongkat di toko tersebut. Ia mengenal tongkat itu sebagai tongkan Raja Kera. Pak tua pemilik toko menjelaskan, tongkat itu menunggu untuk ditemukan oleh seseorang yang akan mengembalikannya kepada Raja Kera. Kakek pak tua itu, dulu menunggu orang tersebut, tapi tak datang juga. Kini, giliran dia yang menunggu. Sekelompok anak berandalan hendak merampok toko Pak Tua itu, ketika Pak Tua tertembak, ia berpesan kepada anak Amerika untuk mengembalikan tongkat itu kepada pemiliknya. Anak ini lari, kabur membawa tongkat, hingga ke atas gedung, dikepung oleh kawanan berandalan yang hendak membungkamnya. Di sinilah kemudian dia merasa, tongkat itu menariknya. Tahu-tahu ketika sadar, ia telah berpakaian pengembara ala China dan telah terlempar ke tahun lampau. Dimulailah pengembaraannya mengembalikan tongkat ke Raja Kera yang sedang dikutuk jadi batu oleh Panglima Giok di Kerajaan Terlarang. Yang asik, anak amerika ini bertemu tokoh legenda cerita China lainnya, seperti Drunken Master (Pendekar Mabuk, yang kemudian jadi gurunya -diperankan oleh Jackie Chan), Sparrow (Pendekar Burung Walet), juga Crow (Siluman Gagak, musuh Kera Sakti).

Tonton streaming Video Full film The Forbidden Kingdom


The Forbidden Kingdom adalah film produksi Amerika yang notabene adalah Hollywood, namun di sana-sini diwarnai silat ala China yang segar, yang sangat akrab bagi saya ataupun para penggemar film-film martial art produksi Mandarin (HK/China) yang kerap nonton film-film silat China (lebih segar dari silat di film Crouching Tiger Hidden Dragon). Dan satu hal lagi, di film ini dipasang dua nama yang seolah menjadi jaminan mutu untuk setiap film Mandarin, ya... Jackie Chan dan Jet Li, yang untuk pertama kali-nya di duetkan di satu film.

Ditambah dengan penulis naskah kenamaan John Fusco membuat film yang disutradarai oleh Rob Minkoff ini patut diacungi jempol. Walaupun memang ada beberapa kejanggalan yang kurang diperhatikan sang sutradara, seperti :

1. Jason tiba-tiba mahir menunggang kuda padahal di dunia nyata tidak ada penjelasan sama sekali bahwa Jason mahir menunggang kuda.
2. Ada adegan dimana pintu gerbang Istana Giok dijaga ketat oleh ratusan pasukan tentara Giok namun dengan mudahnya the Silent Monk dan Golden Sparrow menembus mereka untuk menyusul Jason yang sudah terlebih dahulu bertemu dengan jade Warlord.

Tapi semua itu tidak menjadikan film ini cacat untuk ditonton sampai akhir, bahkan, cukup memuaskan.

Dari ide cerita, sebetulnya gak fresh banget, kisah anak yang “terlempar” ke dunia antah-berantah, tentu bukan tema baru. Ada The Never Ending Story (film lama, kalau tidak salah diproduksi tahun 1979), lalu ada film animasi Alice in Wonderland (ini juga film lama). Film-film baru dengan tema sama; Narnia: The Witch, The Lion and The Wardrobe. Kisah Peter Pan yang dibintangi oleh Robin Williams, diangkat dengan judul The Hook, juga dibuka dengan tokoh yang tiba-tiba masuk ke dunia anak abadi di balik awan.

Akhir kata, saya tidak mau berbicara soal tehnik kamera, pencahayaan, adegan mubadzir, and all that crap, karena saya sedang girang. Lagipula, memang tidak ada yang perlu dipersoalkan. Bahkan ending cerita yang sudah bisa ditebak, yaitu ketika tokoh Sparrow dihidupkan kembali di dunia nyata sebagai gadis China yang bekerja di toko seberang toko milik Pak Tua, pun mampu menghibur saya. Semua rasanya pas.

Mau download film The Forbidden Kingdom dengan subtitle Indonesia (hardsub) ? silahkan masuk KESINI !



Senin, 14 Juli 2014

Journey to the West: Conquering the Demons (2013)

Film ini dibuka dengan seorang pria bersahaja disebuah perkampungan nelayan . Dia bercanda dengan putrinya yang masih kecil dan lucu. Sang putri kecil dan warga nelayan sekitar tidak sadar dengan bahaya yang mengancam sang ayah . Sang putri kecil malah takjub dan terpukau dengan maneuver ayahnya yang berakrobat diatas permukaan air.

Ketika warga sekitar menyadari bahaya yang sesungguhnya, seorang pendeta berilmu cetek berhasil menenangkan warga untuk sesaat dengan mengkambinghitamkan seekor ikan pari raksasa. Xuanzang (Wen Zhang) yang berada ditempat kejadian, mengingatkan bahwa ikan pari itu tidak bersalah dan siluman yang sesungguhnya berbahaya bagi desa itu masih berkeliaran di sungai. Penampilan Xuanzang yang tidak meyakinkan membuat peringatannya diabaikan , dan malah Xuanzang dibully dan digantung diatas sungai dengan tangan terikat.

Bahwa kesimpulan Xuanzang benar adanya terbukti ketika Siluman Ikan datang mengobrak-ngabrik desa nelayan dan sempat melahap beberapa warga. Xuanzang tampil heroik dengan menyelamatkan seorang bayi. Siluman Ikan itu tertangkap dengan bantuan seorang wanita gemuk dengan memanfaatkan pengungkit kayu. Sebelum Xuanzang mengatasi Siluman Ikan dengan caranya yang unik , Duan (Shu Qi) seorang pemburu siluman yang mencuri momen keberhasilan Xuanzang dengan cara mengatasi siluman yang lain . Duan bahkan menertawakan cara Xuanzang yang konyol.

Xuanzang mengadu ke gurunya yang juga tidak kalah konyol bahwa dirinya gagal dalam menjalankan tugas. Gurunya meyakinkan Xuanzang bahwa dirinya punya kemampuan. Setelah itu Xuanzang dan Duan sering bertemu satu sama lain dan juga bertemu dengan siluman-siluman berbahaya. Duan jatuh cinta kepada Xuanzang.

Xuanzang menganggap cinta antara pria dan wanita adalah cinta kecil padahal dia sedang mencari cinta yang besar. Duan menghalalkan segala cara dari halus sampai kasar untuk mendapatkan cinta Xuanzang. Duan dengan senjata khasnya berupa gelang yang tidak terbatas , terus membuntuti Xuanzang – yang bertemu dengan kesulitan besar dengan Siluman Babi (Chen Bingqiang) dan Raja Kera (Huang Bo) yang sangat kuat. Pertemuan-pertemuan luar biasa ini dimeriahkan juga oleh kehadiran pemburu-pemburu siluman dengan kekuatan menakjubkan. Duan di bantu rekannya yang seksi (Chrissie Chau) berusaha membangkitkan nafsu seks Xuanzang. Apakah Duan berhasil atau menjadi tragedi cinta ?

Sebagai salah satu karya klasik Tiongkok , “Perjalanan Ke Barat” , menjadi salah satu kisah yang mendunia dan dikenal masyarakat luas. Sebagai sumber inspirasi kisah ini juga tidak ada habisnya melahirkan kreasi-kreasi baru dari manga dan anime “Dragon Ball” di Jepang sampai dengan karya Stephen Chow terbaru , “Journey To The West: Conquering the Demons”.

Kisah Perjalanan Ke Barat sendiri ditulis oleh Wu Cheng’en (1501-1582) mengenai kisah Tang Xuanzang , seorang rahib yang melakukan perjalanan ke India untuk membawa kembali naskah-naskah Buddhist dimasa Dinasti Tang (618-907M). Dalam kisah tersebut , Xuanzang ditemani oleh si Raja Monyet atau Sun Wu Kong (Sun Go Kong) , Zhu Bajie si Siluman Babi dan Siluman Air Sha Wujing.

Journey to the West, arahan Stephen Chow membawa gaya yang sama sekali lain dari kisah-kisah serupa sebelumnya. Dia membawa unsur komedi yang sedemikian kental dan cenderung slapstick seperti dua karya besarnya terdahulu, Kungfu Hustle dan Shaolin Soccer.

Salah satu ciri utama Stephen Chow masih terlihat dengan humor-humor yang cenderung kelam. Siluman Babi ditampilkan dalam wujud pemain opera yang tampan tetapi tetap berciri muka seekor babi. Siluman Ikan ditaklukkan oleh lompatan seorang wanita gemuk. Xuanzang menyanyikan “lagu nina bobok” untuk menaklukan Siluman Ikan. Duan memperlakukan siluman-siluman seperti karung sangsak tinju.

Aktor Huang Bo yang sedang berada dimasa kejayaannya, tidak diragukan lagi kemampuannya dalam memerankan Sun Wu Kong. Dalam versi Huang Bo ini, Sun Wu Kong berada digaris tipis antara kelicikan dan kejenakaan. Dia bisa terlihat lugu tapi bisa terlihat beringas yang sanggup menghabisi nyawa siapapun dengan mudah tetapi juga bisa mengajarkan tarian seksi kepada Duan. Sun Wu Kong ditahan oleh Buddha selama lima ratus tahun dan kini mengerahkan segala daya upaya untuk membebaskan diri.

Komedi-komedi seperti diatas biasanya kering tanpa memancing orang berpikir atau mengerahkan kecerdasannya sebelum tertawa. Tetapi ditangan Stephen Chow komedi seperti itu tetap menjadi karya yang fenomenal seperti dua karya besarnya, Shaolin Soccer dan Kungfu Hustle. Bedanya kali ini Stephen Chow tidak “tergoda” untuk ikut menjadi aktor dalam film yang disutradarainya.

Walaupun sudah sering sekali film bertema “Perjalanan Ke Barat” , film ini masih menarik untuk disaksikan sebagai hiburan semata yang cukup memancing tawa.

 Link Free Download film Journey to the West: Conquering the Demons, ada DISINI


Rabu, 25 Juni 2014

The Monkey King (2014) ~Bagaimanapun Kejahatan Takkan Bisa Lebih Unggul Dari Kebaikan~

Film ini dibuka dengan pertarungan antara Siluman Raja Banteng (Aaron Kwok) ingin menguasai kayangan dengan segala macam cara. Ia menantang Kaisar Langit (Chow-Yu-Fat) sebagai Kaisar kayangan. Dalam pertempuran itu Kaisar Langit mengampuni Siluman Raja Banteng dan adiknya bernama Siluman Srigala Putih atas kekalahan dan kesalahannya ingin menghancurkan kayangan.

Singkat kata, hari demi hari, bulan demi bulan dan tahun demi tahun hingga 500 tahun kemudian lahirlah Sun Wukong, kera kecil (masih) di dalam batu surgawi (batu Nuwa) yang masih berada di dalam gunung. Lalu ia bertemu dengan Siluman Srigala Putih. Akhirnya mereka jatuh cinta dan saling menyukai di kemudian hari.

Sayangnya percintaan Sun Wukong dan Siluman Srigala Putih dimanfa’atkan oleh Raja Siluman Banteng tak lain kakak laki-laki Siluman Srigala Putih. Sun Wukong diperalat untuk mengobrak-abrik kayangan. Padahal itu semua siasat busuk Raja Siluman Banteng untuk balas dendam kembali merebut kayangan dari tangan Kaisar Langit. Apalagi Sun Wukong termakan api amarah ketika diketahui kekasihnya (Siluman Srigala Putih) mati karena turun tangan dari kayangan, Kaisar Langit yang membunuh. Padahal kekasihnya itu dibunuh oleh kakaknya, Raja Silumun Banteng yang tak setuju beradu kekasih dengan Sun Wukong.

Lebih-lebih Sun Wukong difitnah pula telah mengambil pil abadi oleh Dewa Erlang (Dewa Bermata Tiga). Karena ia ingin mendapatkan ilmu (pil) keabadian. Karena ia ingin seperti gurunya biksu Xuanzhang. Bisa menghidupkan kupu-kupu mati jadi hidup bisa terbang kembali.

Dan, apakah apakah Sun Wukong akan mengalahkan Raja Siluman Banteng? Benarkah Sun Wukong yang mengambil pil abadi itu? Lalu apakah yang dipertanggungjawabkan Sun Wukong seusai mengobrak-abrik kayangan karena api amarahnya?

Setiap agama, apakah itu Muslim, Nasrani (Protestan/Katholik), Budha, Hindu dan Khonghucu, tentu selalu mengajarkan sebuah kebaikan atau kebajikan. Entah itu kebaikan/kebajikan untuk menyayangi dan mengasihi sesama makhluk Tuhan. Entah, hewan, tumbuh-tumbuhan maupun yang paling utama adalah pada manusia. Dikarenakan manusialah makhluk yang sempurna dan selalu berdampingan satu dengan yang lain.

Dan apabila ada kejahatan, kelaliman dan kedzaliman itu bukan dari ajaran (setiap) agama. Tetapi itu berasal dan bersumber dari manusianya itu sendiri! Dan itu adalah manusia yang mempunyai hati yang kotor dan tidak memedulikan kembali ajaran agama yang mengajarkan dan mengajurkan kebaikan/kebajikan terhadap sesama makhluk Tuhan di bumi ini.

Inilah yang disampaikan dalam film The Monkey King (2014). Dimana film ini menceritakan bagaimana seekor kera yang lahir dari batu surgawi (Nuwa) dan memiliki kekuatan supranatural yang hebat untuk mengabdi pada biksu Xuanzang. Dan kera itu bernama Sun Wukong (Donnie Yen).

Sebenarnya film ini ingin memberitahukann gambaran/asal muasal Sun Wukong lahir sampai akhirnya ia bertemu biksu Tom San Chong sebagai muridnya untuk melakukan perjalanan untuk mengambil kitab suci bersama kedua teman-temannya yakni Kakak Pertama (Cut Pat Kai) dengan “tagline” tersohornya itu “Cinta beginilah cinta, deritanya tiada akhir” dan adik satu asuhan biksu Tom San Chong bernama Wu Ching.

Dan semua itu ada pada film berseri televisi yang berjaya pada tahun 1996. Dengan nama judul Journey to the West (Perjalanan ke Barat) yang merupakan serial film TV yang diproduksi oleh TVB Hongkong pada tahun 1996 berdasarkan novel klasik China dengan judul yang sama. Dalam serial ini Sun Wukong (Kera Sakti) diperankan oleh aktor Dicky Cheung. Pada tahun 1998, TVB kembali membuat Journey to The West Jilid II. Tetapi peran kali ini perankan oleh Benny Chan.

Film The Monkey King versi Donnie Yen ini sebenarnya akan dipromosikan di ‘16th Shanghai International Film Festival’. Film ini diangkat dalam bentuk konsep 3D dan digarap oleh sutradara Cheang Pou Soi. Ceritanya diadaptasi ke dalam versi terbaru dari tugas ‘Perjalanan ke Barat’ yang diceritakan dalam empat novel klasik terbesar sastra Cina. Dan inti cerita baik film di layar lebar (konsep 3D) dan film televisi berseri tak ada bedanya. Hanya yang membedakan adalah dari kualitas gambar lebih soft, alur (penceritaan) yang mudah dimengerti dan singkat, visual effect yang pula begitu keren. Makna dan pesan film ini juga sangat positif sekali, yaitu bagaimanapun juga kejahatan takkan menang dari kebajikan.

Ya, makna dan pesan dalam film ini kita sebagai makhluk Tuhan yang sempurna (manusia) harus saling menebarkan kebaikan/kebajikan dan cinta-kasih serta saling peduli terhadap sesama jangan terlalu mengumbar api amarah dan emosi sesaat hingga mendapatkan/balasan berupa menanggung ganjaran yang setimpal.

Halnya yang dilakonkan oleh Sun Wukong di film ini agar bisa mengendalikan hawa nafsu (emosi) serta amarah agar bisa terhindar dari hal yang tidak diinginkan.

THE MONKEY KING
Traditional 西游記之大鬧天宮 Simplified 西游记之大闹天宫 Mandarin Dà Nào Tiān Gōng Cantonese Daai6 Naau6 Tin1 Gung1 Directed by Cheang Pou-soi Produced by Kiefer Liu Michael Wehrhahn Robert Harris Screenplay by Szeto Kam-Yuen Edmond Wong Lola Huo Dali Chen Story by Wu Cheng'en Starring Donnie Yen Chow Yun-fat Aaron Kwok Joe Chen Peter Ho Kelly Chen Zhang Zilin Gigi Leung Xia Zitong Louis Fan Music by Christopher Young Cinematography Arthur Wong Ardy Lam Yang Tao Daniel L. Symmes Production company Filmko Entertainment Mandarin Films China Film Group Shenzhen Golden Shores Films Zhejiang HG Entertainment Dongguan Boning Entreprise and Investment Beijing Wen Hua Dong Run Investment Co., Ltd. China Film Co-Production Corporation Global Star Productions Distributed by Filmko Entertainment (Hong Kong; International) Newport Entertainment (Hong Kong) Beijing Anshi Naying Culture Co. (China) China Film Group (China) Wanda Media (China) Global Star Productions Release date(s) 25 January 2014 (Beijing premiere) 30 January 2014 (Hong Kong) 31 January 2014 (China) Running time 120 minutes Country Hong Kong China Language Mandarin Cantonese

LINK FREE DOWNLOAD FILM THE MONKEY KING ADA DISINI

Senin, 23 Juni 2014

The Man with the Iron Fists (2012) ~Kisah Perebutan Emas~


Film yang dibintangi dan disutradarai oleh orang yang sama cenderung memiliki hasil kurang memuaskan. Salah satunya adalah The Man with the Iron Fists, martial arts besutan pentolan grup rapper Wu Tang Clan, RZA, ini.

Bersetting di sebuah desa di China pada abad ke-19, hiduplah seorang pandai besi bernama The Blacksmith (RZA). Pria keturunan Afrika-Amerika ini mengumpulkan uang dari para klan yang berminat pada jasanya untuk menebus sang kekasih, Lady Silk (Jamie Chung) dari rumah bordil.

Konflik bermula saat klan Singa yang dipimpin Gold Lion ditugaskan untuk mengamankan emas milik pemerintah. Tanpa disangka, keberadaan emas tersebut menyeret beberapa orang yang tiba-tiba ingin menjadi penting termasuk Madame Blossom (Lucy Liu), pemilik rumah bordil.

The Man with the Iron Fists sebenarnya memiliki jalinan cerita yang cukup apik. Namun kadar narsis RZA yang sedikit berlebihan terasa lumayan mengganggu. Sungguh banyak aktor mumpuni yang bisa dipercaya memerankan karakter Blacksmith. Hingga alangkah  lebih baik rapper pengisi banyak soundtrack film ini bisa lebih konsentrasi pada debut penyutradaraan saja dibanding mengandalkan kapasitas akting yang datar.

Hasil narsis tersebut juga berimbas pada porsi beberapa karakter yang seharusnya bisa lebih dimainkan lagi. Faktor tak seimbang inilah yang menjadi titik jenuh dan kedangkalan beberapa karakter yang diperankan oleh aktor dan aktris dengan kualitas prima seperti Russell Crowe, Lucy Liu dan Daniel Wu.

Untungnya bagi penyuka genre eksploitasi, film ini cukup memuaskan. Ada banyak darah serta aksi-aksi cantik hasil koreografi Corey Yuen yang cukup memberi hiburan tersendiri. So, duduk manis sambil siapin cemilan dan nikmati saja film ambisius RZA ini.

Lumayan menghibur, tapi bakal cepat terlupakan.


The Man with the Iron Fists
Directed by: RZA Produced by: Eli Roth, Marc Abraham, Eric Newman, Thomas A. Bliss
Screenplay by: The RZA, Eli Roth
Story by: RZA
Starring; Russell Crowe, Cung Le, Lucy Liu, Byron Mann, RZA, Rick Yune, David Bautista, Jamie Chung
Music by: RZA, Howard Drossin
Cinematography: Chi Ying Chan
Edited by: Joe D'Augustine
Production company: Strike Entertainment, Arcade Pictures
Distributed by: Universal Pictures
Release date(s): November 2, 2012 (North America)
Running time: 96 minutes
Country: United States
Language: English
Budget: $20 million
Box office: $20.25 million

Link Free Download The Man with the Iron Fists ada DISINI
Nonton online/streaming video film full The Man with the Iron Fist ada DISINI


Kamis, 07 Februari 2013

Girls with Guns: Kara Hui

Kara Hui Ying Hung adalah satu dari Diva film-film action laga mandarin dengan genre Girls with Guns. Tidak seperti rekan-rekan lainnya seperti Moon Lee dan Oshima Yukari yang pensiun dari dunia film penuh baku gebuk dan hantam, Kara Hui Ying Hung masih tetap aktif berproduksi.

Masih segar dalam ingatan kita penampilannya sebagai salah satu perampok yang memburu Donnie Yen dalam film arahan Peter Chan Wu Xia aka Dragon pada tahun 2011 kemarin. Dalam film tersebut, Kara Hui bertarung dengan Donnie Yen tanpa pemeran pengganti. Bahkan dalam adegan perkelahian berbahaya tersebut Kara Hui nyaris tewas.

Di film itu mereka membawakan adegan perkelahiannya sendiri. Untungnya mereka tidak mengalami kecelakaan apapun. Kara kini bisa membicarakannya dengan santai, namun berlarian di atas atap rumah kota kuno Yunnan yang tingginya 2800 meter di atas permukaan laut dengan tebing di ujungnya, dia bisa celaka bila tidak mampu berhenti tepat waktu. “Donnie Yen yang berlari di depanku menoleh ke padaku, mencemaskan saya tidak bisa berhenti tepat waktu,” ungkap Kara. Syuting dengan udara begitu tipis, sulit bagi mereka untuk bernafas. Meski begitu mereka masih harus kejar-kejaran dan berduel, yang membuatnya makin sulit. Karena itu, saat syuting Kara sempat pingsan karena kekurangan oksigen dan kehilangan sebagian dari tempurung lutut kanannya. Meski luka itu langsung diobati, tetap saja infeksi dan meninggalkan bekas luka gelap. Dia menunjukkan bekas luka di lututnya. “Sebelum ini lukanya jauh lebih gelap, bahkan bedak pun tak bisa menutupinya. Setelah empat kali perawatan laser barulah warnanya tidak segelap sebelumnya.Tapi bekas lukanya masih bisa dilihat dengan jelas,” ungkap aktris kelahiran 3 Februari 1960 ini. Dalam adegan menegangkan lainnya, Kara dan Donnie bertarung di sebuah kandang sapi dan nyaris terseruduk hingga tewas. “Saya tak pernah membayangkan diriku nyaris terinjak hingga tewas. Karena saya bertarung di antara enam ekor sapi, sapi-sapi itu merasa terancam dan mengamuk. Dua ekor sapi menubrukku. Saat itu saya mendengar tulang igaku retak dan saya merasakan tubuhku menjadi dingin. Saya khawatir terjadi sesuatu. Stuntman profesional mengusir sapi-sapi itu dan langsung berlari menolongku,” ceritanya. Untungnya tulang iga Kara tidak patah, dan sutradara Peter dan Donnie memujinya. “Mendengar itu saya lega!” ujar Kara.

Keluarga Hui pindah ke Hong Kong pada tahun 1966 dan dia mulai bekerja di klub malam di usianya yang keempat belas. Dalam wawancaranya di Be My Guest, Hui mengungkapkan keluarganya kehilangan tabungan mereka dari kenalan bisnis ayahnya. Tanpa punya uang, ibu Hui , dirinya dan kedua adiknya dipaksa untuk menjajakan barang di jalan-jalan di Hong Kong. Pada tahun-tahun awal, keluarga Hui tinggal di kota kumuh miskin Mill Rennie. Setelah bekerja di klub malam, Hui ditemukan oleh sutradara film Lau Kar-leung dan dipasangkan dalam film Lau yang berjudul Challenge of the Masters (1976). Setelah itu, dia berpartisipasi dalam berbagai film Lau yang dengan dialah juga Hui dikabarkan telah berselingkuh. Hui mencapai puncaknya karirnya di My Young Antie (1982), yang ia dianugerahi Penghargaan sebagai Aktris Terbaik di 1st Hong Kong Film Awards. Dia memenangkan penghargaan Aktris Terbaik untuk kedua kalinya pada 29th Hongkong Film Award. Hui adalah adik dari aktor Austin Wai (meninggal pada tanggal 4 Oktober 2012).

FILMOGRAPHY
1976 Challenge of the Master
1977 Chinatown Kid
1977 The Brave Archer
1977 Teenager's Nightmare: The Criminals Part 5
1977 The Dream of the Red Chamber
1978 Invincible Shaolin
1978 Heaven Sword & Dragon Sabre Part II
1978 The Voyage of Emperor Chien Lung
1978 Swordsman and Enchantress
1978 The Cunning Hustler
1978 The Brave Archer 2
1978 Clan of Amazons
1978 Shaolin Handlock
1979 The Tigress of Shaolin
1979 The Last Judgement
1979 Life Gamble
1979 The Scandalous Warlord
1979 Mad Monkey Kung Fu
1979 The Deadly Breaking Sword
1979 The Ghost Story
1979 Dirty Ho
1980 Return to the 36th Chamber
1980 The Swift Sword
1980 Emperor Chien Lung and the Beauty
1980 Heaven and Hell
1980 Clan of the White Lotus
1981 Sword Stained with Royal Blood 
1981 Return of the Sentimental Swordsman
1981 My Young Auntie
1981 The Brave Archer 3
1981 The Martial Club
1981 The Tiger and the Widow
1981 The Duel of the Century
1982 The Emperor and the Minister
1982 Cat vs. Rat
1982 Brave Archer 4
1982 Legendary Weapons of China
1982 The 82 Tenants
1982 Buddha's Palm
1983 Demon of the Lute
1983 The Lady Is the Boss
1984 Three Stooges Go Undercover
1984 New Tales of the Flying Fox
1984 Eight Diagram Pole Fighter
1984 Family Light Affair
1984 Double Decker (1984)
1984 The Return of Pom Pom
1984 Long Road to Gallantry
1985 Twinkle, Twinkle, Lucky Stars
1985 Robby the Rascal
1985 Why Me?
1985 Journey of the Doomed
1986 The Story of Dr. Sun Yat-sen
1986 Rosa Lei's Sister
1986 The Seventh Curse
1987 Rouge
1988 Peacock King
1988 The Inspector Wears Skirts
1988 Pretty Women at War
1989 Mr Canton and Lady Rose
1989 Burning Ambition
1989 They Came to Rob Hong Kong
1989 Red Lips
1989 Widow Warriors 
1989 The Inspector Wears Skirts II
1990 Stage Door Johnny
1990 Angel Terminators
1990 Raid on Royal Casino Marine
1990 Lethal Angels 2
1991 The Banquet
1991 Heart of Danger
1991 Who Cares!
1991 Queen of Gambler
1991 The Roar of the Vietnamese
1992 The Inspector Wears Skirts IV
1992 Behind the Curtain
1992 Guys in Ghost's Hand
1992 Zen of Sword
1992 Mega Force from Highland
1992 Legend of the Drunken Tiger
1993 Madam City Hunter
1993 Tattoo Girl
1995 The Vengeance
1996 Dragon from Shaolin
1996 Xiu hua da dao
2000 High K
2000 Fist Power
2001 Visible Secret
2003 The Park
2003 Infernal Affairs II
2003 The Secret Society - Boss
2003 Night Corridor
2004 Blood Brothers
2005 A Chinese Tall Story
2005 Crazy N' the City
2008 Legendary Assassin
2008 L for Love, L for Lies
2009 At the End of Daybreak
2010 72 Tenants of Prosperity
2011 A Chinese Ghost Story
2011 Wu Xia
2011 The Wedding Diary
2011 Turning Point 2
2012 Diva
2012 Glory Days
2012 Happiness Me Too
2013 The Wedding Diary 2
2013 Laughing Every Day

Selasa, 18 Desember 2012

Download Film : The Man with the Iron Fists

Produksi : 2012
Tayang di Indonesia : 17 Desember 2012
Durasi : 95 minits
Genre : Action
Sutradara : RZA
Pemain : RZA, Russel Crowe, Lucy Liu, Cung Le, Rick Yune, Chia Hui Liu, dll

Sinopsis : (dikutip dari : http://www.21cineplex.com/review/the-man-with-the-iron-fists-keserakahan-yang-membunuh-kesetiaan,2781.htm)
Harta dan kekuasaan sering sekali menjadi duri dibalik kedamaian, ketentraman serta kesetiaan. Hal itu pula yang akan dikisahkan di film The Man With The iron Fists garapan sutradara baru RZA.

Di sebuah desa bernama Hutan Rimba (Jungle Village), dimana penduduknya dikenal sangat 'kotor' dan sering melakukan tindakan kejahatan tinggalah seorang pandai besi bernama Blacksmith (RZA) yang ahli membuat senjata perang. Dia kerap menyediakan senjata dari 3 suku yang bersengkata di desa Hutan Rimba yaitu suku Singa, Serigala dan Elang.

Ketika pimpinan suku Singa diutus oleh seorang gubernur untuk melakukan misi pengiriman emas melalui desa Hutan Rimba, kabar tersebut seketika tersebar luas dan memancing suku lain untuk merebut harta tersebut demi memperkaya diri mereka. Hal itu diperparah dengan adanya penghianatan di dalam suku Singa.

Suku Singa dan suku Serigala yang sudah saling bermusuhan sejak lama mulai memanas dengan adanya isu pengiriman emas tersebut. Konflik itu ternyata berdampak pada Blacksmith yang harus menyiapkan senjata pesanan dari kedua belah pihak. Di sisi lain Blacksmith ternyata memiliki misi sendiri lewat pekerjaannya sebagai pandai besi/ahli senjata.

Profesi Blacksmith sebagai ahli besi ternyata berbuntut panjang. Ia akhirnya menjadi target dari suku Singa akibat tindakan 'mulia' yang dilakukannya. Nyawa Blacksmith kian terancam setelah ia melakukan tindakan mulia karena merasa bersalah terhadap efek dari profesinya tersebut.

Nama RZA di industri perfilman pasti akan terdengar sangat asing. Tapi di dunia musik khususnya hip-hop, RZA sangatlah terkenal sebagai salah satu personil dari grup besar bernama Wu-Tang Clan. Rasa cintanya terhadap dunia akting dan seni bela diri membuat dirinya mulai melebarkan sayap sebagai sutradara di film The Man With The Iron Fists.

Seakan tanpa basa-basi, RZA langsung menyuguhkan adegan pertarungan seru di bagian awal film. Tentunya adegan tersebut banyak menampilkan ilmu beladiri khas Cina seperti Kung-Fu, Wushu dan sejenisnya. Selain bela diri, ternyata film ini juga menambahkan sesuatu yang khas yaitu berupa penggunaan senjata-senjata yang unik seperti baju perang berduri, pistol berbentuk pisau dan sebagainya.

Sebagai film action, The Man With The Iron Fists banyak mengandung adegan-adegan sadis yang mengumbar-ngumbar darah. Hal ini diyakini akan membuat penonton terasa ngilu dan mungkin mencoba untuk menutup mata ketika melihat adegan sadis tersebut.

Secara keseluruhan, film ini layak ditonton bagi para penyuka film action martial arts dan tentunya penggemar grup hip-hop Wu-Tang Clan. Disini kalian berkesempatan untuk mengetahui bagaimana aksi RZA berakting di film laga. Tidak hanya itu, nama besar RZA di genre hip-hop juga akan ikut 'masuk' ke The Man With The Iron Fists.

Kamis, 08 November 2012

5 Film Kung Fu Terbaik Sepanjang Masa : Versi detikHot

Beberapa hari yang lalu salah satu sobat saya mention di twitter memberikan link dengan judul 5 Film Kung Fu Terbaik Sepanjang Masa yang di muat di situs detikHot (http://hot.detik.com/movie/read/2012/11/01/152926/2078766/229/2/5-film-kung-fu-terbaik-sepanjang-masa). Tulisan tersebut di kirim salah seorang kontributor detikHot berpandukan pada List yang di tulis di situs Total Film.

Berikut 5 Film Kung Fu Terbaik Sepanjang Masa menurut berita yang dilansir di detikHot tersebut.

1. Shanghai Noon yang dibintangi oleh Jackie Chan dan Owen Wilson yang dirilis pada Tahun 2000.

2. Kung Fu Hustle yang dibintangi oleh Stephen Chow

3. Rush Hour yang difilm ini Jackie Chan berduet dengan Chris Tucker

4. IP Man yang dibintangi oleh Donnie Yen

5. Enter The Dragon yang dibintangi oleh maestro film Kung Fu, Bruce Lee, produksi tahun 1973


Nha, lalu sobat saya itu nanya, gimana menurut saya tentang list tersebut. Seketika saya menjadi tergelitik juga untuk mengkritisi List tersebut di atas. Memang kalau untuk urusan film, bagus atau tidak bagus, terbaik atau terjelek, bagi saya yang sama sekali bukan kritikus film dan sama sekali tidak mengerti banget soal sinematography, semuanya menjadi absurd. Yang bermain lalu menjadi menjadi seru atau tidak film-film yang kita tonton, yang mana disini sangat dipengaruhi sekali oleh rasa "like" dan "dislike".

Saya sama sekali tidak memahami, dasar dari apa yang dijadikan panduan oleh sang penulis di detikHot tersebut hingga 5 Film di atas didapuk sebagai 5 Film Kung Fu Terbaik Sepanjang Masa. Apakah dari segi penggarapan ? dari segi kecanggihan tekhnologi atau spesial effect atau dari segi kepopuleran film tersebut ?

Kalau menurut saya pribadi, saya kurang setuju dengan list diatas tersebut. Masih banyak film-film Kung Fu yang lebih bagus dari itu. Okelah, 2 dari Daftar Film tersebut diatas, saya setuju mereka nangkring di daftar 5 Film Kung Fu Terbaik Sepanjang Masa. 2 Film tersebut adalah IP Man dan Enter The Dragon. Bagi penggemar film silat mandarin atau Kung Fu, pasti tak akan membantah dengan pernyataan penampilan Bruce Lee sang maestro film-film Kung Fu memang terbaik di film terakhirnya tersebut. Lalu IP Man, siapa yang tidak setuju coba, kalau filmnya Donnie Yen tersebut memang betul-betul BEST. Sedangkan yang ketiga lainnya... ? Sepertinya tidak dech.

Nha, lalu... film Kung Fu yang menurut saya terbaik juga adalah :
#Kung Fu Master atau Once Upon a Time in China produksi tahun 1991 yang dibintangi oleh Jet Li , adegan-adegan persilatan yang dipersembahkan oleh Jet Li di Kung Fu Master, begitu memukau.
#The Shaolin Temple yang juga dibintangi oleh Jet Li, produksi tahun 1982.
#New Dragon Inn produksi tahun 1992 yang dibintangi oleh Donnie Yen, Brigitte Lin, Tony Leung dan Maggie Cheung. Lihat adegan klimak di mana Tony Leung, Brigitte Lin dan Maggie Cheung bahu membahu bertarung mati-matian melawan Donnie Yen.
#Swordman dan Swordman 2, hasil besutan dari Tsui Hark.
#Shaolin produksi tahun 2011 yang dibintangi oleh Andy Lau.
#Drunken Master produksi tahun 1978 yang lalu hadir sequelnya The Legend of Drunken Master produksi tahun 1994 yang dibintangi oleh Jackie Chan, Anita Mui dan Andy Lau. Di film ini meskipun Jackie Chan udah tua tapi tetep tidak miscasting meskipun didapuk sebagai Wong Fei Hung muda yang berorang-tuakan Anita Mui dan Ti Lung.
 
Film-film tersebut, menurut saya lebih fantastic dari pada film Rush Hour, Shanghai Noon dan Kung Fu Hustle.

Lalu bagaimana menurut Anda ?

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More