Tampilkan postingan dengan label Indo Movie. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Indo Movie. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 September 2017

Download Film ~ Pertarungan aka. Blood Warriors (1993)

Title : Pertarungan aka. Blood Warriors (1993)

Directed by: Sam Firstenberg

Stars: David Bradley, Frank Zagarino, Jennifer Campbell

Language: English

Country: Indonesia | Imdb Info | Dvdrip

Description: "A marine is drummed out of the corps after being accused of murdering his own brother by shooting him in the back during a training mission. However, later it is revealed that their best friend committed the murder to cover-up his exposure as the leader of a special mercenary unit. This then pits the ex-marine against the mercenaries when he refuses to join them."

Screenshot

700MB | 1h 36mins 14sc | 528×400 | avi
LINK FREE DOWNLOAD : DISINI

Download Film ~ Leak aka. Mystics in Bali (1981)

Title : Leak aka. Mystics in Bali (1981)

Directed by: H. Tjut Djalil

Stars: Ilona Agathe Bastian, Yos Santo, Sofia W.D

Language: English

Country: Indonesia | Imdb Info | Ar: 2.35:1 | Dvdrip

Also known as: Leák, Balinese Mystic

Description: "Researching a book that takes her to Bali and the black magic cult of Leák, Cathy meets an evil witch which promises to train her in the dark arts. Tricked, Cathy is turned into a Penanggalan; a flying vampire with internal organs hanging from her neck. It is now up to the local holy men who are then enforced to do battle with the forces of evil."

Screenshot

1.40GB | 1h 25mins 52sc | 848×368 | mkv
LINK FREE DOWNLOAD : DISINI

Download Film ~ Dendam Membara aka Final Score (1986)

Title : Dendam Membara

Directed by: Arizal

Stars: Christopher Mitchum, Mike Abbott, Ida Iasha

Language: English + Commentary (2nd track)

Country: Indonesia | Imdb Info | Ar: 4:3 | Dvdrip

Also known as: Elegy of a massacre, Strike Commando

Description: "Richard Brown, a decorated Vietnam War veteran now living in Indonesia, discovers that gunmen invaded his home, murdered his son, Bobby, (preparing to celebrate his 8th birthday), and gang-raped and murdered his wife, Florinda. Vowing revenge, he begins to track down the culprits, learning in the process that they’re in the employ of a business rival named Hawk. At one point he’s captured, beaten, and tortured but then he’s rescued by Julia, Hawk’s personal secretary, who also seeks revenge on her employer for causing the death of her sister. Brown eventually finds and confronts Hawk at Hawk’s fortress-like compound."

Screenshot

1.60GB | 1h 22mins 24sc | 720×544 | mkv
LINK FREE DOWNLOAD : DISINI

Selasa, 05 September 2017

Download Film ~ Pembalasan Ratu Pantai Selatan aka. Lady Terminator (1989)

Title : Pembalasan Ratu Pantai Selatan aka. Lady Terminator (1989)

Directed by: H. Tjut Djalil

Stars: Barbara Anne Constable, Christopher J. Hart, Claudia Angelique Rademaker

Language: English

Country: Indonesia | Imdb Info | Dvdrip

Also known as: Nasty Hunter, Shooting Star

Description: "The spirit of an ancient evil queen posesses the body of a young anthropological student, who then goes on a murderous rampage."

Screenshot

1.46GB | 1h 20mins | 704×400 | mkv
LINK FREE DOWNLOAD :  
SPLIT 1 : DISINI
SPLIT 2 : DISINI
 

Jumat, 01 September 2017

Download Film ~ Perempuan Bergairah (1982)

Title : Perempuan Bergairah (1982)

Directed by: Jopi Burnama, Charles Kaufman

Stars: Eva Arnaz, Barry Prima, Ruth Pelupessi

Language: English

Country: Indonesia | Imdb Info | Dvdrip

Also Known As : Ferocious Female Freedom Fighters

Description: "Karena rasa tanggung jawabnya sebagai anak tertua yang sudah tidak punya ayah, Renny Basuki, gadis juara judo, menerima ajakan kawannya Mia Tarita untuk membentuk grup gulat bebas bayaran. Hal itu juga terdorong keadaan. Adiknya perlu biaya perawatan sakitnya. Grup yang mereka namakan Idola terus melangkah meraih prestasi. Tetapi, Renny kemudian kecewa karena ibunya tak mau menerima uang hasil jerih payahnya. Ibunya ingin anaknya berhenti jadi pegulat dan menerima lamaran lelaki yang mempunyai kaitan hutang dengan almarhum ayah Renny. Renny tidak pantang menyerah, bahkan kemudian mendapatkan seorang manajer bernama Indra. Idola bertanding di Semarang dan juga ke Surabaya, melawan grup Ballons. Renny dan Mia meraih kemenangan. Kemenangan mereka pun ganda, karena Renny berhasil merebut hati Indra, dan Mia merebut hati manajer Ballons. Mereka menjadi pasangan-pasangan yang bahagia."

Screenshot

1.49gb | 01:32:55 | 640×480 | avi
LINK FREE DOWNLOAD :
SPLIT I : DISINI
SPLIT II : DISINI

Download Film ~ Perawan Disarang Sindikat (1987)

Title : Perawan Disarang Sindikat (1987)

Directed by: Ackyl Anwari

Stars: Enny Beatrice, Yenny Farida, Harry Capri

Language: English

Country: Indonesia | Imdb Info

Also known as: Virgin From Hell, Maidens Revenge, Virgins of Hell – Furien der Apocalypse, Virgins of Hell – Sie wollen überleben

Description: "Two sisters plot for revenge against the drug-lord who murdered their family and took their home, now being used as a base for their experiments on aphrodisiacs. The older sister becomes a prostitute in order to get close to the gang. Later, she rallies up a gang of female-bikers, in skimpy leather outfits and knee-high boots, they raid the syndicate’s hideout – and lose, badly. They are subject to torture of various sorts, fight among themselves, but gather their wits to try, and fight back for escape."

Screenshot

700mb | 01:33 | 640×272 | avi
LINK FREE DOWNLOAD :
SPLIT I : DISINI
SPLIT II : DISINI

Download Film ~ Special Silencers aka. Serbuan Halilintar (1979)

Title : Special Silencers aka. Serbuan Halilintar

Directed by: Arizal

Stars: Barry Prima, Eva Arnaz, W.D. Mochtar

Language: English | Subtitles: Dutch

Country: Indonesia | Imdb Info | dvdrip

Description: "Special Silencers are large red pills, obtained from a forest dwelling mystic, which aid in meditation. However, if used by the untrained they cause a huge tree to grow in the stomach, and burst its way through the skin."

Screenshot

695mb | 01:26:03 | 640×480 | avi
LINK FREE DOWNLOAD : DISINI

Kamis, 31 Agustus 2017

Download Film ~ Rage and Honor II aka. Membela Harga Diri (1993)

Title : Rage and Honor II aka. Membela Harga Diri

Directed by: Guy Norris

Stars: Cynthia Rothrock, Richard Norton, Patrick Muldoon

Language: English, German (2tracks) | Subtitles: English (sub/idx)

Country: Indonesia | Imdb Info | Ar: 4:3 | Dvdrip

Also known as: Rage and Honor II: Hostile Takeover

Description: "Kris and Preston team up once again to take on powerful gangster Buntao. But, Buntao has problems of his own, dealing with Dazo, another gangster who is on a steady rise to power."

Screenshot

1.36GB | 01:37:38 | 720×544 | avi
LINK FREE DOWNLOAD : DISINI

Senin, 28 Agustus 2017

Download Film ~ Angel of Fury aka. Pertempuran Segitiga (1992)

Title : Angel of Fury (1992)

Directed by: Ackyl Anwari

Stars: Cynthia Rothrock, Chris Barnes, Peter O’Brian

Language: English

Country: Indonesia | Imdb Info | Dvdrip

Also known as: Triple Cross, Pertempuran Segitiga

Description: "A security specialist (Nancy Bolan) is hired to deliver a valuable computer. She is joined by her former lover who has plans of his own for the computer."

Screenshot

1.09GB | 01:15:41 | 608×464 | mp4
LINK FREE DOWNLOAD: 
SPLIT 1 : DISINI
SPLIT 2 : DISINI

Download Film ~ Jungle Virgin Force aka. Perawan Rimba (1988)

Title : Jungle Virgin Force (1988)

Directed by: Danu Umbara

Stars: Lydia Kandou, Harry Capri, Enny Beatrice

Language: English

Country: Indonesia | Imdb Info | Ar: 2.35:1 | Dvdrip

Also known as: Perawan rimba

Description: "Women escape from brutal prison."

Screenshot


874MB | 01:33:01| 732×320 | mkv
LINK FREE DOWNLOAD : DISINI

Rabu, 25 November 2015

Pendekar Tongkat Emas (2015)


Disutradarai oleh Ifa Isfansyah, film ini berkisah tentang Cempaka, Sang Pendekar Sakti pewaris terakhir ilmu jurus Tongkat Emas Melingkar Bumi yang berencana menurunkan ilmunya kepada salah satu muridnya. Namun sebelum ia berhasil menurunkan ilmunya, Cempaka tewas terbunuh dan tongkat emas pun jatuh ke tangan yang tidak semestinya. Jadi, apakah tongkat emas akan kembali kepada yang berhak? Apakah dunia persilatan dan penduduk dusun dapat hidup tenang? Nonton sendiri ya filmnya…

Biasanya, kalau banyak pemain papan atas berperan di satu film maka filmnya jadi biasa. Nggak nendang gitu deh. Tapi Pendekar Tongkat Emas mematahkan mitos itu. Dukungan Slamet Rajardja, Christine Hakim, Nicholas Saputra, Darius Sinatria, Reza Rahardian, Eva Celia malah memberikan greget tersendiri. Semua pemain saling menyatu. Tidak ada yang berusaha menonjolkan diri sendiri. Semuanya terasa pas. Ohya, saya harus mengapresiasi akting Tara Basro yang menawan. Duh, aktingnya total banget. Sangat menjiwai! Saya terbawa suasana banget dan sampai sebal sama dia. Tapi saya sadar, akting yang baik itu yang membuat penonton melibatkan emosinya bukan?

Ah, baru kali ini mata saya dimanjakan sepanjang film berkangsung. Selain lokasi film yang cantiiiik banget, wardrobe ciamik hasil kreasi Chitra Subiakto, tata suara keren yang tepat banget momennya hingga quote-quote inspiratif menghiasi film ini. Nggak heran sih, ada Seno Gumira Atmaja masuk sebagai salah satu penulis skripnya. Satu kutipan yang saya suka adalah, “Sanggupkah menahan diri untuk tidak menang karena sesungguhnya tidak ada kemenangan dalam ilmu apapun ketika kemenangan selalu menjatuhkan korban.”

Menonton Pendekar Tongkat Emas itu seperti makan paket lengkap. Semuanya ada. Penggarapan yang serius dan persiapan yang matang membuat Pendekar Tongkat Emas ini sangat menyenangkan untuk ditonton. Sepanjang film perasaan saya campur aduk oleh jalan cerita film yang sangat mengesankan. Jadi pas nonton itu, saya kayak orang gila. Mulai berdecak kagum dengan setting filmnya yang luar biasa keren, terharu melihat kesetiaan saudara seperguruan, kesal, marah dan jengkel saat melihat pengkhianatan manusia demi kekuasaan hingga menangis sedih di momen-momen tertentu.

Ada banyak hal yang dapat saya petik dari film berdurasi 112 menit ini. Ada nilai kesetiaan memegang janji dan menepati konsekuensi apabila melanggarnya. Ada nilai kerja keras dan semangat tak menyerah yang harus terus dikobarkan demi mencapai cita-cita. Dan juga, film ini mengajarkan betapa kepentingan orang banyak harus didahulukan di atas kepentingan diri sendiri. Sungguh, saya menyukai film ini. Sudah semakin jarang film bagus yang mengusung nilai-nilai edukasi bagi yang menontonnya. Namun film ini menjadi salah satu yang dapat menyematkan nilai budi pekerti luhur dengan sangat apik.

Menonton film ini mengingatkan saya pada masa kecil saya. Saya ingat, dulu bapak saya rajin mengajak saya nonton layar tancap film laga Indonesia. Juga sandiwara radio serta novel-novel tentang cerita silat pun bertaburan di mana-mana. Menonton Pendekar Tongkat Emas seolah membawa saya kepada masa itu. Semoga Pendekar Tongkat Emas menjadi tonggak kebangkitan kejayaan film laga Indonesia dan besar harapan saya film silat dapat kembali merajai bioskop-bioskop kita.

Temen-temen Movie Mania, waktu film Pendekar Tongkat Emas tayang di bioskop belum sempet nonton ?? Jangan khawatir... Download aja Filmnya DISINI , kualitasnya udah BluRay 720p lo... 

Sabtu, 23 Agustus 2014

99 Cahaya di Langit Eropa (2013) ~Mengungkap Rahasia Islam di Benua Eropa~


Film yang diangkat dari novel karya Hanum Salsabiela Rais dan Rangga Almahendra ini dimulai dengan pembukaan yang apik yaitu menceritakan sejarah penaklukan Austria oleh Turki dibawah pimpinan Kara Mustafa Pasha.

Sepanjang film mata saya dimanjakan oleh berbagai pemandangan indah di Eropa. Berkali-kali saya takjub akan keindahan arsitektur yang menjadi latar di film ini. Saya mendapatkan sebuah paket lengkap saat menonton, mata yang dimanjakan melalui keindahan setting film yang seluruhnya di Eropa, hati yang disentuh inspirasi melalui pesan luhur menjadi agen muslim yang baik di manapun berada, serta membuka wawasan tentang fakta sejarah yang terabaikan terutama tentang kejayaan Islam di masa lalu.

Semuanya ditampilkan begitu sederhana namun sarat makna. Saya menikmati film ini dari awal hingga akhir. Meskipun akhir filmnya sangat tidak terduga yaitu akan ada Part 2. Dari trailer sekilas di akhir film, part 2 memang layak untuk dinantikan.

Dari unsur pemain, akting para bintang film papan atas Indonesia yang terlibat dalam film ini juga terasa pas dan mengalir dengan indah. Salah satu yang mencuri perhatian saya adalah Nino Fernandez yang sukses memerankan seorang atheis bernama Stefan , ia berhasil menjadi pemain watak yang menguras emosi saya, menyebalkan sekaligus menggemaskan. 

Acha Septriasa juga cukup sukses memerankan Hanum Rais, kebosanan Hanum setelah beberapa lama tinggal di Wina tanpa kegiatan, belum lagi kendala bahasa sehari-hari yaitu bahasa Jerman, diskriminasi terhadap muslim dan pendatang, sampai pertengkaran dengan tetangga gara-gara masalah sepele seperti bau saat menggoreng ikan asin mampu digambarkan dengan baik oleh Acha melalui akting apiknya. Cukup membangkitkan emosi dan imajinasi saya tentang kehidupan seorang istri yang mendampingi suaminya S3 di luar negeri sekaligus juga bagaimana menjembatani gap budaya dan menyebarkan kebaikan melalui misi “menjadi agen Muslim yang baik”.

Begitu pula dengan Abimana Aryasetya yang sukses memerankan Rangga, suami Hanum. Ia sukses memerankan suami idaman setiap wanita yang cerdas, penyayang, sabar, humoris, sekaligus memiliki keteguhan iman. Saat Ia dihadapkan kepada pilihan antara mengikuti shalat Jum’at atau ujian yang apabila ditinggalkan akan mengancam kelulusannya, Ia sukses menyadarkan saya bahwa menjadi minoritas itu sulit, apalagi yang tengah diuji adalah keimanan.

Dari segi jalinan cerita, humor-humor yang disisipkan bisa ditempatkan dengan porsi sesuai dan tidak berlebihan, cukup membuat saya terhibur, apalagi dialog yang berkaitan dengan Stefan, mampu menghadirkan perdebatan tentang keberadaan Tuhan secara santai, lucu, tanpa kehilangan esensi sebenarnya dari pesan yang ingin disampaikan kepada penonton. Kehadiran Marissa Nasution, teman kuliah Rangga, memberikan warna tersendiri, ia sukses memerankan seorang perempuan yang ‘menggoda’ keteguhan dan kesetiaan Rangga.

Fatma Pasha menjadi tokoh yang banyak difavoritkan di novel 99 Cahaya di Langit Eropa yang menjadi based dari film 99 Cahaya di Langit Eropa ini, ia merupakan tokoh penting yang membuka mata (dan juga hati) sang tokoh utama, Hanum Rais, dalam mengenal sisi lain sejarah Islam di Eropa. Ia tak hanya sekedar sahabat dekat tetapi sekaligus juga pemberi inspirasi yang mengubah pandangan Hanum tentang kehidupan. Sosok sederhana yang memiliki ketebalan iman untuk tetap mempertahankan jilbabnya di kota modern, Wina. Memiliki misi menjadi agen muslim yang baik di tempat dimana Islam memiliki image yang kurang baik, dianggap sebagai agama dengan ajaran penuh kekerasan dan identik dengan teroris. Juga ketegarannya saat terjadi sesuatu dengan putri kesayangannya, Ayse, membuat saya begitu mengagumi Fatma. Dan Raline Shah cukup berhasil membawakan peran Fatma Pasha.

Dialog dalam film ini menggunakan beberapa bahasa yang berbeda yaitu Indonesia (paling dominan), Inggris, Jerman dan Turki. Dialog ini agak sedikit mengganggu saya dalam beberapa scene, seperti contohnya Fatma yang seorang perempuan Turki tapi dalam beberapa scene menggunakan bahasa Indonesia. Atau Marion Latimer (Dewi Sandra) yang menggunakan bahasa Indonesia dengan aksen Perancis, padahal ia seorang perempuan Perancis bukan seorang blasteran Indonesia-Perancis. Ada juga teman-teman Rangga, seperti Stefan dan Khan, yang jelas-jelas merupakan international student di Wina tapi berbicara bahasa Indonesia. Sedikit mengurangi kesempurnaan film ini, tapi cukup bisa dimaklumi mengingat akan sangat merepotkan penulis skenario jika harus menyusun seluruh dialog dalam bahasa asing. Mungkin juga dikhawatirkan akan menyulitkan para pemain sehingga aktingnya kurang total.

Saya juga sedikit terganggu dengan pesan sponsor yang agak memaksa, Marion Latimer yang seorang perempuan Perancis memakai produk kosmetik lokal buatan Indonesia yang jadi sponsor? Agak sedikit tidak masuk akal. Kalaupun harus menampilkan sponsor tampilkanlah secara wajar, seperti Hanum yang memang asli Indonesia cukup masuk akal menggunakan produk ini atau seperti Rangga yang menggunakan ATM sebuah bank nasional. Scene yang juga mengganggu adalah scene Fatin syuting vidoklip kemudian kebetulan bertemu Hanum dan Rangga, menurut saya agak sedikit memaksa, mengingat scene tersebut hanya memperpanjang durasi tetapi tidak mendukung jalan cerita sama sekali.

Namun dibalik semua kelebihan maupun kekurangannya, menonton film ini membuat saya bersyukur hidup di Indonesia, dimana Islam sebagai mayoritas, bebas menjalankan ibadah, tidak seperti Rangga yang dihadapkan pada pilihan mengikuti ujian atau melaksanakan shalat Jum’at. Tidak seperti Rangga yang kesulitan mencari tempat shalat di kampus sehingga terpaksa shalat di ruang ibadat seluruh agama, diantara salib, patung budha, dan asap hio. Tidak seperti Rangga yang harus berhati-hati memilih makanan halal. Tidak seperti Fatma dan Ayse yang menghadapi berbagai kesulitan karena jilbabnya. Sesuatu yang sangat patut disyukuri mengingat kebanyakan dari kita yang terlalu dimanjakan dalam posisi mayoritas di negeri ini dan terkadang kurang menghargai kepentingan minoritas.

Link Free Download film 99 Cahaya di Langit Eropa ada DISINI

Jumat, 22 Agustus 2014

Modus Anomali (2012)

Film ini diawali dengan seorang pria (diperani Rio Dewanto) yang terbangun di tengah hutan dalam kondisi terkubur. Pria yang mengalami amnesia ini tidak ingat siapa dirinya dan bagaimana dia berada di tengah hutan. Dalam penelusuran, dia menemukan sebuah rumah di tengah hutan, yang terdapat mayat seorang wanita hamil dan rekaman film adegan pembunuhan atas perempuan tersebut. Panik, pria itu kemudian kabur dan bersembunyi ketakutan di tengah hutan. Dia kemudian menemukan dompetnya, di mana dia menemukan kalau namanya adalah John Evans.

Dia kemudian terus menelusuri hutan, mencari jawaban mengapa dia berada di tengah hutan. Satu demi satu petunjuk dia dapatkan, dan akhirnya John menyadari kalau dirinya berada di hutan bersama dua orang anaknya. John harus menyelamatkan keduanya, sembari menghidar dari kejaran orang-orang yang misterius yang terus-menerus mengejarnya.


Film yang disutradarai Joko Anwar dan diperani Rio Dewanto, Marsha Timothy, Hanna Al-Rashid, Izzi Isman, dan Aridh Tritama ini merupakan film bergenre thriller produks Indonesia. Filmnya cukup menarik karena dibuat dengan menggunakan dialog bahasa Inggris. Tujuan untuk menghadirkan film lokal yang bisa "go international" patut diapresiasi. Sayangnya, meski sudah berusaha menayangkan sebuah tontonan yang berkelas Hollywood, film ini penuh cacat yang sangat mengecewakan (meski sejak awal film ini sudah berhasil menarik penonton untuk menontonnya hingga tuntas).

Sekilas, film ini menawarkan premis tontonan yang sangat menarik. Dua puluh menit pertama juga merupakan tontonan yang mendebarkan dan sangat berhasil menghipnotis penonton, karena menampilkan adegan mendebarkan yang nyaris tanpa dialog. Sayang, menit-menit berikutnya, tontonan berdurasi 90 menit ini justru meninggalkan kekecewaan yang teramat dalam.

Banyak bagian dalam film ini yang sangat mengganggu dan - entah mengapa - terkesan dibuat asal-asalan. Yang paling mengganggu adalah kameranya yang sering bergoyang-goyang, padahal sedang adegan statis. Misalnya saat adegan kedua anak John sedang duduk diam di semak-semak sambil berbisik, tiba-tiba kamera yang merekam adegan tersebut bergoyang-goyang. Sepertinya kameramen tergelincir saat merekam adegan tersebut. Anehnya, bagian ini tidak diperhatikan oleh Sutradara dan tidak melakukan "re-take" pada bagian tersebut.

Hal lain terjadi saat adegan John menengok ke jendela rumah tua. Kamera yang dibawa kameramen seharusnya menjadi "mata" John, justru tidak melakukan fungsinya. Alih-alih menjadi "mata", kamera untuk shooting film ini justru terkesan menjadi pengekor. Setelah John selesai menengok isi rumah, gantian kamera ikut-ikutan "kepo" melongok ke dalam rumah tua tersebut. Adegan yang tadinya menunjukkan John sendirian, jadi seperti John sedang berjalan bersama seseorang yang memegang kamera. Akibatnya, ketegangan yang semula sudah sangat solid dibangun menjadi hilang dan berganti kekonyolan. Akting totalitas Rio Dewanto yang tadinya sudah baik, menjadi sia-sia gara-gara pengambilan gambar seperti ini.

Film yang seharusnya menarik, berubah menjadi menggelikan. Film ini sebenarnya telah mampu berhasil menahan penonton selama 20 menit pertama menyaksikan adegan penuh ketegangan. Sayang, 70 menit berikutnya menjadi sangat membosankan karena kesalahan-kesalahan tersebut. Sayang sekali....

Link Free Download film Modus Anomali ada DISINI

Rabu, 28 Agustus 2013

Download Film: Di Timur Matahari (2012)

Di Timur Matahari adalah film drama produksi Indonesia yang disutradarai oleh Ari Sihasale. Film yang rilis pada tanggal 14 Juni 2012 ini beberapa pemerannya antara lain adalah Laura Basuki dan Idris Sardi.

Alkisah pada suatu pagi di film yang bersetting di pulau paling timur di Indonesia ini, seperti biasanya matahari terbit di timur menyinari pulau ini. Papua, pulau paling timur dari Indonesia, dimana cahaya matahari selalu meneranginya terlebih dahulu. Namun, tidak bagi Mazmur, Thomas dan teman-temannya. Pagi itu mereka masih menunggu kedatangan cahaya itu, cahaya yang akan menerangi mereka dari gelapnya kebodohan, tapi seperti hari-hari yang telah berlalu cahaya itu tak kunjung datang... GURU!

Mazmur setiap hari selalu menunggu kedatangan guru pengganti di sebuah lapangan terbang tua, satu-satunya penghubung kampung itu dari kehidupan diluar sana, kampung mereka berada di daerah pegunungan tengah Papua, daerah yang cukup sulit untuk dijangkau. Pagi itu ia memandang penuh harap kelangit, semoga hari itu ada pesawat yang datang dan membawa guru pengganti karena sudah 6 bulan tak ada guru yang mengajar, setelah Mazmur melempar pandangannya kepada Bapak Yakob, seorang pria berumur yang masih menjaga tradisi, dan dari Bapak Yakob, Mazmur tahu guru tidak juga datang. Diapun berlari kesekolah dan memberi kabar kepada teman-temannya, Thomas, Yokim, Agnes dan Suryani yang dengan setia selalu menunggu kabar itu. "Guru pengganti belum datang, kita menyanyi saja". Kembali kalimat itu yang keluar dari mulut Mazmur. Karena guru tidak pernah datang akhirnya ke lima anak ini mencari pelajaran di alam dan lingkungan sekitar. Lewat pendeta Samuel, ibu dokter Fatimah, om Ucok dan om Jolex mereka mendapatkan banyak pengetahuan. Namun sebuah kejadian mengubah semua itu, Ayah Mazmur terbunuh oleh Joseph, ayah dari Agnes, dan paman dari Yokim dan Suryani.

Pertikaian antar kampung tak bisa dihindari. Kabar kematian Blasius ayah Mazmur sampai kepada Michael, adik dari Blasius yang sejak kecil diambil oleh mama Jawa yang tinggal dan belajar di Jakarta, Michael terpukul mendengar itu, bersama Vina istrinya, dia memutuskan untuk kembali ke Papua dan mencoba menyelesaikan permasalahan ini. Namun tidak segampang yang dipikirkannya, karena adik bungsunya Alex menentang semua pemikiran modern dari Michael. Perang! Itu jalan satu-satunya bagi Alex untuk membalas kematian Blasius. Orang dewasa bisa saja bertikai, namun tidak bagi Mazmur, Thomas dan ketiga sahabatnya, walaupun kampung mereka bermusuhan, ayah Mazmur terbunuh oleh ayah Agnes, tapi mereka tetap berkawan dan berusah mendamaikan kedua kampung ini

Di Timur Matahari
Sutradara: Ari Sihasale
Produser: Ari Sihasale
Pemeran: Laura Basuki, Lukman Sardi, Ririn Ekawati,  Ringgo Agus Rahman, Michael Jakarimilena, Putri Nere, Lucky Martin, Simson Sikoway, Abetnego Yogibalom
Distributor: Alenia Pictures
Tanggal rilis: 14 Juni 2012
Negara: Indonesia
Bahasa: Bahasa Indonesia





Rabu, 21 Agustus 2013

Download Film: 3 Playboy Galau (2013)

3 Playboy Galau adalah film komedi dari Indonesia produksi tahun 2013. Film ini disutradarai oleh Dede Ferdinand. Film ini dibintangi oleh Okan Kornelius, Ricky Perdana, dan Aditya Rino.


Dikisahkan, Doni, Juan, dan Alex adalah pemuda-pemuda yang sudah beristri tapi mereka tetap tidak bisa menghilangkan sifat Playboy mereka. Mereka selalu melakukan petualangan dengan gadis-gadis seksi yang ditemui mereka. Meskipun mereka sering dicurigai dan kepergok istri-istri mereka tapi mereka selalu berkelit dengan macam-macam alasan dan akal-akal bulus mereka, hingga lolos dari kecurigaan istri-istri mereka.

Pada suatu hari mereka bertemu dengan Lola, seorang gadis seksi simpanan Bos mafia bernama Romli. Merekapun mendekati Lola dan dengan segala macam cara konyol mereka, merayu Lola.

Mereka tidak sadar Bos Romli yang kejam mengetahui perselingkuhan mereka dengan Lola. Doni, Juan, dan Alex di tahan dan akan dibunuh oleh Bos Romli. Istri-istri mereka begitu mengetahui suami2nya di tahan oleh Bos Romli, segera mengatur strategi untuk menyelamatkan suami-suami mereka.

3 Playboy Galau
Sutradara: Dede Ferdinand
Produser: Ravi Pridhnani, Dede Ferdinand
Pemeran: Okan Kornelius, Ricky Perdana, Aditya Rino, Febriyanie Ferdzilla, Rony Dozer, Jozza Meidia, Novita S. Anggraini, Ina Kartika
Studio: Tobali Putra Production & Studio Sembilan
Tanggal rilis: 10 Januari 2013







Selasa, 20 Agustus 2013

12 Aktor Laga Legendaris Indonesia

Pada saat ini, perfilman Indonesia mempunyai dua aktor laga kebanggaan yang sudah go international. Mereka adalah Joe Taslim dan Iko Uwais, ya... dua bintang laga yang bermain di film The Raid tersebut masing-masing bermain bermain di dua film Hollywood yang sukses.

Joe Taslim seperti yang kita ketahui digandeng oleh Justin Lin untuk menjadi rival-nya Vin Diesel di film Fast & Furious 6. Sedangkan Iko Uwais digandeng oleh Keanu Reeves untuk ikut membintangi Man of Tai Chi.

Pada saat sekarang, perfilman Indonesia memang sepertinya tidak begitu banyak memiliki bintang laga kecuali dua nama di atas dan beberapa nama lainnya seperti Ario Bayu dll.

Tidak seperti pada saat era 80-90an, dimana pada saat perfilman Indonesia sedang jaya-jayanya. Kita memiliki begitu banyak bintang laga, yang beberapa diantaranya bahkan menjadi legenda bintamg laga perfilman Indonesia.

Siapa saja mereka ? Berikut ini Movie Mania mencoba mengenang kembali para aktor laga Indonesia yang pernah berjaya pada era 80-90an.

1. Barry Prima
Barry Prima (lahir dengan nama Hubertus Knoch di Bandung, pada tahun 1955) adalah aktor Indonesia. Ia paling dikenal dengan perannya dalam film-film laga pada tahun 1980-an. Karirnya merentang dari awal 1980-an hingga sekarang. Barry Prima lahir sebagai anak ke enam dari sepuluh bersaudara dari pasangan ayah Belanda dan ibu Indonesia. Ia pernah menikahi aktris Eva Arnaz namun bercerai.

Tidak bisa dipungkiri jika mendengar kata aktor laga Indonesia legendaris, pasti kita akan menyebut nama Barry Prima. Beliau banyak membintangi film-film laga di era tahun 80-an hingga 90-an. Bahkan Barry Prima sudah identik dengan Jaka Sembung, tokoh yang sering diperankannya. Film-film beliau antara lain, Jaka Sembung Sang Penakluk (1981), Pasukan Berani Mati (1982), Golok Setan (1984), Carok (1985), Menumpas Teroris (1986), Mandala Dari Sungai Ular (1987), Macho (1994), Jampang (1990), dll.

2. Advent Bangun
Terlahir dengan nama Advent Bangun, pria kelahiran Kabanjahe - Sumatera Utara ini sejak kecil mendapatkan didikan keras. Bapaknya yang seorang jaksa sangat ketat menanamkan nilai-nilai disiplin dan kejujuran.

Tahun 1971, Advent Bangun menjadi juara nasional karate. Setahun kemudian ia tampil di berbagai kejuaraan tingkat dunia hampir di seluruh asia, Amerika, dan Eropa. Dunia karate pula yang mengantarnya menjadi artis film laga. Tak kurang dari 60 judul film pernah ia perankan.

Kini, ia adalah seorang pendeta, dengan nama barunya Pendeta Muda Thomas Bangun. Sebagai pendeta muda, ia juga mempunyai karunia khusus dalam pelepasan dan penyembuhan. Banyak orang yang diselamatkan jiwa dan raganya.

Sering menjadi rival yang imbang bagi Barry Prima di setiap film laga yang mereka mainkan. Advent Bangun lebih sering menjadi tokoh antagonis, film-filmnya diantaranya ada Si Buta Lawan Jaka Sembung (1983), Satria Bambu Kuning (1985), Bangkitnya Si Mata Malaikat (1988), Si Buta Dari Gua Hantu (1985), Malaikat Bayangan (1987), Siluman Kera (1988), Si Pahit Lidah dan Si Mata Empat (1989), Mat Pelor (1990), dll.

3. George Rudy

George Rudy terlahir dengan nama Tjwan Hien (lahir di Jember, 30 Oktober 1954; umur 58 tahun) adalah seorang aktor film Indonesia.George Rudy lulus SMAK Santo Paulus Jember pada tahun 1972. Ia berstatus sebagai pembina di kyokushinkai karate, dengan tingkatan DAN III.

George Rudy sukses lewat film-film seperti Balada Dua Jagoan (1977), Lebak Membara (1982), Ken Arok – Ken Dedes (1983), Badai Jalanan (1989), Jaka Geledek (1983), Titisan Si Pitung (1989), Bidadari Berambut Emas (1992), dll.

4. Ratno Timoer

Ahmad Suratno (lahir di Surabaya, Jawa Timur, 8 Maret 1942 – meninggal di Jakarta, 22 Desember 2002 pada umur 60 tahun) adalah seorang produser, sutradara, dan aktor film Indonesia yang terkenal dari akhir tahun 1960-an hingga akhir tahun 1980-an. Aktor yang dikenal luas dengan nama Ratno Timoer ini semakin dikenal luas setelah beberapa kali memerankan tokoh pendekar Barda Mandrawata alias "Si Buta Dari Gua Hantu" yang diangkat dari komik terkenal karya Ganes TH. Ia juga adalah Ketua Umum Parfi pada periode tahun 1983-1988.

Filmnya antara lain Sunan Kalijaga dan Syech Siti Jenar (1985) , Pahlawan Goa Selarong (1972), dll. Di masa Orde Baru Soeharto sangat terhormat dan strategi karena berarti langsung jadi anggota MPR Beliau meninggal di usia 60 tahun pada 22 Desember 2002 karena serangan jantung dan stroke, setelah 9 hari.

5. Teddy Purba

Lalu ada juga nama Teddy Purba, yang ngetop lewat film Gundala Putra Petir (1981), Jaka Tingkir (1983), Panji Tengkorak vs Jaka Umbaran (1983), dll.

6. Johan Saimima

Johan Saimima pernah membintangi film-film laga, antara lain Ganesha (1983), Komando Samber Nyawa (1985), Pembalasan Setan Karang Bolong (1989), dll.

7. Benny G. Rahardja

Terus ada nama Benny G. Rahardja yang membintangi film Lara Jonggrang (1983), Tutur Tinular – Pedang Naga Puspa (1989), Ajian Pamungkas (1990), dll.

8. Fendy Pradana

Kemudian generasi setelahnya ada nama Fendy Pradana yang angkat nama lewat film Saur Sepuh I, II, III dan V (1988-1992), Misteri Dari Gunung Merapi (1989-1990), Pusaka Penyebar Maut (1990), dll.

9. Anto Wijaya

Nama aslinya Saptapara Ichtijanto. Nama beken: Anto Wijaya. Di penghujung 1990-an, badannya tegap. Tinggi/berat 181 cm/78 kg, sangat cocok menghidupkan peran Brama Kumbara di sinetron laga-kolosal Singgasana Brahma Kumbara. Anto kemudian dipercaya memerankan Arya Kamandanu di Tutur Tinular 1990-an serta jadi Sembara dalam Misteri Gunung Merapi.

Sebetulnya, Anto tak punya latar belakang beladiri. Pria kelahiran Surabaya, 10 November 1969 ini mengawali kariernya sebagai model. Pada usia 19 tahun ia sudah bergabung dengan sebuah kelompok model di kota pahlawan. Akhirnya, Jakarta dirambahnya. Pada 1991, ia menang The Best Model Pageant. Sejak itu jalan jadi bintang film dan sinetron terbuka untuknya. Tampang jadulny sebuah tampang yang mengesankan seorang raja/pendekar rimba persilatan yang penuh wibawa rupanya sangat cocok bagi sinetron laga-kolosal.

10. Lamting

Nama lengkapnya Lamting Saputra. Aslinya ia atlet taekwondo nasional dan meraih gelar Dan IV Taekwondo. Di tahun 1980-an dan 1990-an, lazim sineas mengajak atlet beladiri main film laga. Apalagi bila dari sananya sang atlet sudah punya modal tampang ganteng. Lamting tak terkecuali yang diajak serta main film dan kemudian kepincut terus jadi aktor laga.

Pada 1993, Lamting resmi berhenti jadi atlet dan fokus main film dan sinetron. Ia antara lain membintangi Saur Sepuh II (Pesanggrahan Keramat) tahun 1988 serta Tutur Tinular versi 1990-an berperan sebagai Lou Shi Shan. Lamting beruntung punya wajah oriental. Saat sebuah cerita film laga menuntut peran tokoh dari China, misalnya, daripada mengajak serta aktor asli Mandarin, Lamting yang diajak main.

11. Willy Dozan

Willy Dozan (lahir di Magelang, Jawa Tengah, 10 Februari 1957; umur 55 tahun) adalah pemeran film dan sinetron Indonesia. Willy pernah tinggal di Hongkong, Taiwan, Jepang dan Amerika Serikat selama beberapa tahun untuk mempelajari dan menekuni film bergenre action. Ia pernah membintangi sinetron laga Deru Debu. Ia juga pernah sekolah di Kahana's Stunt School di California, Amerika Serikat. Willy Dozan terlahir sebagai Chuang Chen Li, dan dikenal secara internasional sebagai Billy Chong. Willy Dozan adalah adik dari pemeran film nasional 1980'an Leo Chandra (juga dikenal sebagai Leo Dozan).

Willy Dozan aktor film laga yang juga pernah sukses dengan sinetron laganya Deru Debu (1995), film-filmnya antara lain, Pendekar Liar (1982), Pernikahan Berdarah (1987), Rio Sang Juara (1989), dll.

12. Dede Yusuf

Kemudian ada nama Dede Yusuf yang sekarang orang mengenalnya sebagai politisi, orang nomor dua di provinsi Jawa Barat. Tapi, Dede Yusuf, atau nama aslinya Yusuf Macan Effendi, mengawali semuanya sebagai atlet taekwondo. Dede, nama kecilnya, sejak duduk di bangku SMP sudah menekuni beladiri itu.

Sebagai atlet, Dede, kelahiran 14 September 1966, kerap mengikuti kejuaraan nasional. Mulanya, Dede menekuni olahraga itu untuk menghalau kegalauan hatinya. Orangtuanya (Tammy Efendi dan Rahayu Effendi) bercerai. Dede kecil memberontak. Untung pelampiasan masalah itu dilarikannya ke hal positif, beladiri taekwondo. Jalan jadi bintang film mulai terbuka tahun 1984 saat Dede terjun sebagai model. Wajah Dede kerap muncul di majalah-majalah remaja.

Dua tahun kemudian, Dede ditawari main film. Di antaranya jadi sahabat Onky Alexander di film Catatan Si Boy. Walau perannya sebagai pendukung, tapi karena film Catatan Si Boy yang dibintanginya sukses, pamor Dede ikut naik. Apalagi setelah peran Jojo, pemuda baik hati yang jago berkelahi demi membela kebenaran di serial drama TVRI Jendela Rumah Kita mampir padanya tahun 1988. Sejak itu, seperti pernah dikatakannya, “Jojo itu Dede, Dede itu Jojo.” Menginjak awal 1990-an, setelah main beberapa film layar lebar, Dede menggarap sinetron laga Jalan Membara dan dilanjutkan Jalan Makin Membara. Pernah bermain di film Perwira dan Ksatria (1990), Badai Laut Selatan (1991), Reinkarnasi (1997).

sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/50bc371e1a7608832b000015/13-aktor-laga-legendaris-di-indonesia

Rabu, 07 Agustus 2013

Download Film: Operation Wedding (2013)

Operation Wedding adalah film drama dari Indonesia yang dirilis pada tanggal 21 Februari 2013 yang disutradarai oleh Monty Tiwa dan dibintangi oleh Yuki Kato, Bucek Depp, Adipati Dolken, Dahlia Poland, Kimberly Ryder, Sylvia Fully, Nino Fernandez, Christ Laurent dan Junior Liem.
Dikisahkan Windi (Yuki Kato) putri bungsu favorit Laksamana Angkatan Laut Kardi (Bucek). Windi paling kuat menahan nafas di dalam air, dan selalu lebih unggul dari 3 kakak perempuannya Vera (Dahlia Poland), Lira (Kimberly Ryder) dan Tara (Sylvia Fully), yang kesemuanya dididik gaya militer oleh Kardi (Bucek Depp) sendirian, Kardi menutupi keberadaan istrinya dari Windi. Istrinya meninggal saat melahirkan Windi. Tara, si sulung selalu cemburu dan marah pada Windi, berulangkali mencoba untuk membuang Windi. Menyadari ini, Kardi memutuskan untuk berhenti dari karirnya agar waktunya penuh untuk membesarkan 4 putrinya.

Sepuluh tahun telah berlalu, tetapi cara Kardi memperlakukan anaknya masih sama. Di kampus Windi bertemu kembali cinta monyetnya, Rendi (Adipati Dolken) yang mengajaknya kencan. Windi minta izin ayahnya. Saat Rendi datang menjemput, ternyata Tara, Lira dan Vera siap ikut bersama Kardi. Walau demikian, cinta tetap bersemi di hati Rendi dan Windi, sehingga Kardi merasa perlu menteror Rendi. Rendi nekad, kalau pacaran tidak boleh maka dia akan mengajak Windi nikah. Tapi Kardi membuat syarat, Windi boleh menikah apabila 3 kakaknya sudah menikah lebih dahulu. Windi dibantu Lira dan Vera mempelajari peluang pacar-pacar kakaknya Feri (Nino Fernandez), Beni (Christ Laurent) dan Herman (Junior Liem) agar segera melamar. Rendi dan Windi pun nyaris kawin lari. Bagaimana Windi harus menyelamatkan pernikahan kakak-kakaknya dengan kekasihnya, sekaligus menyelamatkan pernikahannya dengan Rendi.

OPERATION WEEDING
Sutradara: Monty Tiwa
Produser: Chand Parwez Servia, Fiaz Servia
Pemeran: Yuki Kato, Bucek Depp, Adipati Dolken, Dahlia Poland, Kimberly Ryder, Sylvia Fully, Nino Fernandez, Christ Laurent, Junior Liem
Distribusi: Starvision Plus
Tanggal rilis: 21 Februari 2013
Negara: Indonesia
Bahasa: Bahasa Indonesia


Senin, 05 Agustus 2013

Ksatria dan Bidadari Berambut Emas di Kancah Perfilman Indonesia

Aktris Hollywood Sarah Carter yang telah sukses membintangi berbagai serial tv dan film besar seperti , Shark, Smallville, Final Destination 2, Skinwalkers, Killing Zelda Sparks, DOA: Dead or Alive dan The Vow membintangi film Indonesia yang disutradarai oleh Helfi Kardit produksi dari Skylar Pictures dengan judul Guardian.
Falling Skies

Film drama aksi yang mengisahkan tentang seorang wanita yang diburu oleh sekelompok orang bersenjata tak dikenal ini dijadwalkan akan tayang di bioskop-bisokop pada awal 2014 pasca mengikuti berbagai festival film international di European Film Market, International Film Festival Rotterdam dan Sundance Film Festival.

Keterlibatan bintang Hollywood di produksi film Indonesia memang bukanlah hal yang baru. Sebelumnya sudah ada Java Heat yang mengimport bintang besar Hollywood pemeran The Expendables yaitu Mickey Rourke dan Kellan Lutz yang angkat nama di saga Twilight Saga. Lalu film Dead Mine yang turut menghadirkan bintang film The Raven, Sam Hazeldine.

Bagi generasi yang tumbuh di era 1980an dan 1990an pasti terkenang dengan film tentang ksatria-kstria dan bidadari-bidadari berambut emas membekuk penjahat berkulit sawo matang. Generasi yang tumbuh di era tersebut pasti sekali waktu pernah menonton film sepak terjang para jagoan bule  dalam membekuk penjahat-penjahat berkulit sawo matang, entah di bioskop, kaset video VHS ataupun layar tancap.

Generasi 1980an dan 1990an pasti masih ingat dengan ikon jagoan laga cewek bule Cindy Rothrock. Tak ada yang bisa mengalahkan Cindy Rothrock dalam soal beladiri. Cewek pirang berpotongan rambut pendek ini di setiap film laga Indonesia yang dibintanginya selalu berhasil membuat para pria yang sangar kekar babak belur.

Kita mungkin tidak usah heran. kenapa jagoan laga saja harus diimpor dari Amerika ? Bukankah dimasa itu ada bintang-bintang laga perkasa seperti Barry Prima, Advent Bangun, dan George Rudy ? Yaaa... jawabannya mudah saja. Produser film yang pedagang tak mungkin melulu menyuguhkan barang dagangan yang itu-itu melulu. Barang dagangan harus beda, lain dengan yang sudah ada. Karena pada dasarnya kita ini bangsa yang inferior, menganggap yang serba asing atau bule itu lebih hebat, maka diimporlah bintang-bintang laga dari sana.

Tapi sayangnya, karena pada dasarnya pedagang film ingin untung banyak dengan modal yang sedikit, yang diajak main bukan bintang laga tenar masa itu semisal Stallone, Norris, atau Schwarzenegger, melainkan bintang-bintang kelas B macam Cynthia Rothrock, Frank Zagarino, atau Chris Noth yang masih lugu (pria yang dikemudian hari kita kenal sebagai Mr. Big di serial Sex and the City).

Bukan hanya bintangnya yang kelas B, film yang dihasilkan pun kemudian tak masuk hitungan film laga kelas A. Dulu sich waktu nonton di layar tancap rasanya keren saja nonton film-film Cindy Rothrock. Tapi menonton lagi film-filmnya yang bertebaran di You Tube, filmnya tak menunjukkan kualitas untuk dibilang jempolan. Bukan saja akting pemainnya yang kaku, tapi logika cerita kerap diabaikan. teknik sinema pun ala kadarnya. Banyak ledakan, dar der dor, tapi terlihat murahan sekaligus tanpa makna. Khas film-film kelas B.

Dari sini ketauan ternyata walau film-film laga kita dibintangi bule-bule, kualitas yang dihasilkannya bukanlah film aksi kelas wahid. Disini kelihatan tak terjadi transfer teknologi dan pengetahuan diantara sineas negeri ini dan negeri lain.

Semoga kesalahan generasi kemarin tak terjadi bila kemudian film-film yang dibintangi oleh para Ksatria dan Bidadari Berambut Emas tersebut kemudian sukses dan menciptakan kembali tren mengimpor bintang bule main film laga di sini.

Sekarang mari kita bernostalgia mengingat-ingat kembali film-film yang dibintangi aktor dan aktris bule.

1. Segitiga Emas (1986)
Produksi : PT. Parkit Film
Sutradara : Arizal
Pemain : Mark Sungkar, Dana Christina, Harry Capri, Kaharudin Syah, Gillian Theresia, Wilson Peter.

Buku Katalog Film JB Kristanto hanya menulis sedikit sinopsis film ini. Alkisah, seorang profesor yang tengah menyelidiki alat deteksi narkotik, tewas terbunuh. Biang keladinya seorang gembong narkotik asing, yang tangan kanan Victor (Mark Sungkar). Pihak kepolisian RI kemudian meminta bantuan FBI untuk mengobrak-abrik kelompok tadi di Amerika. Tidak ada data penonton film ini tercatat di buku Katalog Film, menandakan filmnya tak masuk yang terlaris tahun ini menurut data Perfin. Tapi, seingat saya, film ini terbilang amat populer dulu. Filmnya jadi suguhan wajib bila ada layar tancap.

2. Peluru dan Wanita (1987)
Produksi : PT. Parkit Film
Sutadara : Charles Kaufman, Eddy G Bakker
Pemain : Christopher Noth, Sue Francis Pay, Frans Tumbuan, Zoraya Perucha, A Kholik Noor Nasution.

Falco (Christopher Noth), pria berkebangsaan Amerika, telah meninggalkan dinasnya di CIA. Ia punya kenangan manis dan rasa bersalah terhadap Asha (Sue Francis Pay), gadis Indonesia yang dikenalnya dalam kaitan tugasnya bekerja sama dengan kepolisian Indonesia. Falco tergiring ke Jakarta kembali dibayangi pertanyaan tentang nasib Asha. Dibantu polisi Indonesia, Jack (Frans Tumbuan), Falco memerangi sindikat narkotika internasional yang membuka jaringan di Jakata, yang ternyata didalangi Asha.

3. Dendam Membara (1987)
Produksi : PT. Rapi Film
Sutradara : Arizal
Pemain : Christ Mitchum, Mike Abbot, Ida Iasha

Sukses Segitiga Emas (1986) kemudian melahirkan tren mengimpor bintang film bule main film di sini. Christ Mitchum, seorang bintang dari Hollywood diajak main film di sini. Ini film aksi dengan tema balas dendam. Film bercerita tentang hasrat pembalasan dendam membara dalam hati Brown (Christ Mitchum). istri dan anaknya dibunuh kawanan pembunuh bayaran. Veteran perang yang sudah jadi warga Indonesia ini berhasil menghabisi pembunuh istri dan anaknya bahkan menghancurkan komplotan penyelundup senjata. Ia dibantu Julia (Ida Iasha), sekertaris komplotan ini.

4. Harga Sebuah Kejujuran (1988)
Produksi : PT. Parkit Film
Sutradara : Henky Solaiman, Robert Chapell
Pemain : Ayu Azhari, William Sullivan, Ava Lazar, Christopher Noth, David Tronton, Mike Abbot.

Nick (William Sullivan), petualang dari Amerika, secara tak sengaja terlibat pencarian intan bernilai jutaan dollar di kota Semarang. Ada diktator pula yang terbawa-bawa, meski akhirnya mati. Dalam petualangan itu Nick sempat pacaran dengan wanita penghibur, Aline (Ayu Azhari).

5. Pembalasan Ratu Laut Selatan (1988)
Produksi : PT. Soraya Intercine Film
Sutradara : Tjut Djalil
Pemain : Yurike Prastika, Barbara Anne Constable, Anna Sylviana, Christopher Hart.

Film yang diluar negeri beredar dengan judul Lady Terminator ini, ceritanya menggabungkan legenda Nyi Roro Kidul dengan aksi modern. Film ini dibuka dengan adegan senggama Ratu Laut Selatan (Yurike Prastika). Korban pertama berhasil ditaklukkan saat senggama. Lalu muncul korban kedua. Ratu yang digambarkan budak nafsu meyeret seorang pemuda ke peraduan. Sang Ratu hendak membunuh si pemuda ketika mereka sedang senggama. Tapi kali ini si lelaki lebih lihai. Seekor belut hitam keluar dari "anu" Ratu yang berubah jadi keris di tangan lelaki sakti itu. Nyi Roro Kidul mengancam akan membalas pada keturunan seterunya. Di zaman modern kemudian kita ketemu seorang antrolog bule seksi, Tania (Barbara Constable). Ia ditarik ke dasar laut ketika melakukan penelitian. Tania kemudian dijadikan terminator Ratu Laut Kidul. Ia naik kembali ke darat dengan perangai buas dan membunuh dua lelaki yang sedang iseng di pantai, dengan bersenggama. Sang Terminator Ratu Laut Kidul mencari keturunan musuh majikannya. Ditembaki, diroket dari helikopter, bahkan ditabrak panser, ia tak juga mati. Baru setelah ditukan keris yang diperkenalkan di awal film, terminator cewek ini mampus. Film ini sempat menjadi kontroversial pada saat diedarkan, namum bukan karena plot yang meniru Terminator yang bikin film ini kontroversial. Tapi karena adegan-adegan seronoknya yang dianggap terlalu tabu hingga banyak menuai protes dari masyarakat. Film ini ditarik dari peredaran oleh Badan Sensor Film dan setelah direvisi diedarkan kembali dengan durasi tinggal 80 menit.

6. Pertempuran Segitiga (1990)
Produksi : PT. Rapi Film
Sutradara : Ackyl Anwari
Pemain : Cindy Rothrock, Zainal Abidin, Kiki Amir.

Dikisahkan, Nancy (Cindy Rothrock) datang ke Jakarta sambil bawa komputer. Komputer ini dikatakan bisa melacak uranium. Urusan rebutan komputer ini yang menjadi inti kisah filmnya. Untuk ini diatur segala macam adegan perkelahian dan kebut-kebutan dengan mobil, motor, speedboat, helikopter, dan lain sebagainya. Setelah semua selesai baru polisi datang menangkap. Tidak jelas bagaimana kebut-kebutan maupun perkelahian di jalan tak diketahui polisi. Tapi, inilah bahasa film yang sangat diakrabi dari jenis film ini. Polisi memang selalu datang saat semua urusan ribut-ribut beres.

7. Tiada Titik Balik (1991)
Produksi : PT. Rapi Film
Sutradara : Ackyl Anwari
Pemain : Cindy Rothrock, Hengky Tornado, Bella Esperance Lee, Richard Norton.

Cindy Rothrock kembali diimpor ke tanah air. Kali ini ia berperan sebagai Kathy, seorang jago beladiri. Kathy harus menyusup ke sarang kelompok penjahat untuk menuntaskan dendam atas kematian suaminya yang dibunuh kelompok pimpinan Ludwig (Richard Norton). Dihiasi dengan banyak perkelahian, Kathy berhasil menuntut balas.

8. Bercinta dengan Maut (1992)
Produksi : PT. Soraya Intercine Film, Studio Entertainment USA
Sutradara : Tjut Djalil
Pemain : Tonya Lynn, Kristin Ann, Shahreza R, John F Waroni

Film ini masih mengambil ramuan mencampur unsur mistis dunia Timur dengan hal modern dari Barat. Kisahnya tentang sebuah cermin yang dapat membuat pemiliknya tampak cantik menggiurkan. Cermin itu milik Linda (Kristin Ann), kakak Susan (Tonya Lynn). Susan berhasil memanfaatkan cermin itu dengan tuntunan sebuah buku. Ia lalu jadi incaran pria dimanapun berada. Pria-pria itu dikencaninya, sekaligus jadi tumbal untuk cermin yang selalu menuntut darah segar pria. Berbagai kematian mengundang kecurigaan pihak berwajib. Termasuk di antaranya, Yohanes (John F. Waroni), yang tahu akan keberadaan cermin itu.

9. Bidadari Berambut Emas (1992)
Produksi : PT. Rapi Film
Sutradara : Ackyl Anwari
Pemain : Cindy Rothrock, Billy Drago, George Rudy, Bella Esperance Lee

Untuk yang ketiga-kalinya Cindy Rothrock bermain film Indonesia. Judul 'Bidadari Berambut Emas' kemudian ditasbihkan menjadi sebutan bagi Cindy Rothrock. Persis seperti julukan Satria Bergitar bagi Rhoma Irama. Dikisahkan Susan Morgan (Cindy Rothrock), juara kick boking, yang dijuluki bidadari berambut emas dan suaminya Sonny Sumarsono (George Rudy), seorang pemain biola, secara tak terduga terlibat aksi mafia Amerika Selatan. Diego (Billy Drago), bos Mafia Argentina, menyimpan berlian curiannya dalam tas Sonny yang akan kembali ke Indonesia. Tindakan ini dilakukan untuk menyelamatkan diri sesudah aksinya di Amerika Serikat. Karena berlian itu Sonny dibunuh, dan Susan diteror. Bidadari berambut emas ini lalu bangkit untuk balas dendam.

10. Membela Harga Diri (1992)
Produksi ; PT Rapi Film
Sutradara : Guy Leslie Norris, Ackyl Anwari
Pemain : Cindy Rothrock, Frans Tumbuan, Richard D, John Norton, Glenn Robert.

Rapi Film memang mengontrak panjang si bidadari berambut emas ini untuk bermain di film-film laga produksi mereka. Kali ini, sang bidadari menjadi agen CIA. Dikisahkan, CIA menugaskan Kris Fairchild (Cindy Rothrock) untuk membongkar kejahatan Gerald Andrews di Indonesia. Gerald bekerjasama dengan tokoh kejahatan Asia, Buntao, dalam menyelundupkan intan berlian. Kris menyamar menjadi pegawai bank Andrews. Berkat bantuan teman lamanya, Preston Michaels, jago silat, kelompok penjahat itu bisa diringkus.

11. Pemburu Teroris (1994)
Produksi : PT. Rapi Film
Sutradara : Norman Benny, Robert Chapell
Pemain : Ayu Azhari, Frank Zagarino, Martin Nove, Frans Tumbuan
Film ini tayang biasa-biasa saja tahun 1994 dengan durasi cuma 88 menit. Tapi kehebohan baru terjadi 2 tahun kemudian, awal Agustus 1996. Media heboh melaporkan tentang film The Outraged Fugitive, yang beredar di pasar gelap dalam bentuk video. Produksi bersama PT. Rapi Film (Indonesia) dan Amera (Amerika) ini, hanya beredar di luar negeri. Di dalam negeri, film ini diberi judul Pemburu Teroris. Yang membuat penonton ngebet membeli video The Outraged Fugitive, adalah penampilan panas Ayu Azhari dengan Frank Zagarino, sebagai pemeran utama. Yaitu adegan bercinta yang hot penuh buih sabun di bathtub. Cerita film ini sendiri mengisahkan John Carter (Frank Zagarino), mantan anggota marinir Amerika. Carter pergi ke beberapa negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Di Indonesia, tanpa sengaja ia bertemu dengan Wolf Larsen (Martin Kove), temannya di kesatuan mairinir Amerika. Carter menerima tawaran Larsen bekerja padanya. Tapi dia tidak tahu kalau Larsen penyelundup narkotik. Di sebuah diskotik, Larsen dan anak buahnya, termasuk John Carter dan Tanya (Ayu Azhari) yang pacar Larsen, bentrok dengan gangster pimpinan Tomo (Advent Bangun). Tanpa mereka sadari, polisi di bawah pimpinan kapten Karno (Frans Tumbuan) dan asistennya Anna (Anna Tarigan) mengintainya. Sehingga tanpa kesulitan Kapten Karno menangkap Larsen. Carter dan Tanya berhasil melarikan diri. Polisi terus memburu Carter karena menyangka ia salah satu tokoh penyelundup. Lewat satu penggerebekan, John Carter tertangkap. Di kantor polisi baru jelas kalau Larsen pimpinan sindikat narkotik. Kapten Karno menawarkan kerjasama pada Carter untuk menjebak Larsen. Taktik Karno dan Carter berhasil, tapi di saat genting Wolf Larsen justru menggunakan Tanya sebagai 'tameng hidup'.
Tak ada yang istimewa dalam film garapan sutradara Robert Anthony ini. Penampilan dua bintang bule, Frank Zagarino dan Martin Kove, tak membuat film ini mempunyai nilai lebih. Yang ada hanyalah adegan laga biasa. Unsur artistiknya pun sangat kurang, sehingga adegan perkelahian kurang menawan. Ayu Azhari yang digembar-gemborkan pers, justru lebih parah. Dia hanya jadi pemuas  Larsen dan John Carter.

sumber : http://www.tabloidbintang.com/

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More